Ads Top

Sigale-Gale, Patung untuk Mengenang Anak Raja yang Jadi Ikon Pulau Samosir


Kabupaten Samosir, Provisi Sumatera Utara (Sumut), merupakan pulau vulkanik di tengah Danau Toba. Ya, sebuah pulau dalam danau terbesar di Indonesia. 

Samosir sendiri memiliki patung Sigale-gale yang menjadi ikon. Tidak jarang wisatawan hadir ke Samosir hanya untuk sekedar melihat patung Sigale-gale. 

 

Sigale-gale merupakan boneka kayu unik dari Desa Tomok, yang tersampir ulos di bahunya. Melansir dari Portal Informasi Indonesia, Sigale-gale identik dengan kisah mengenang Si Manggale, sosok yang sangat dihormati masyarakat Batak Toba karena kehebatannya dalam memimpin perang. 

 

Pemandu wisata Tomok, Sugiro, menjelaskan sedikit tentang Sigale-gale. Kata dia, patung itu merupakan sebuah kenang-kenangan. 

 

\"Sigale-gale merupakan patung kenangan, yang mana dahulu Sigale-gale adalah anak seorang Raja, ia juga merupakan anak sematang wayang atau tunggal yang memiliki nama asli Si Manggale yang artinya lemah gemulai,\" ujarnya kepada detikSumut beberapa waktu lalu. 

 

Sayangnya, Si Manggale harus tewas ketika terlibat dalam sebuah peperangan. Sang ayah yang merupakan seorang raja memutuskan untuk membangun patung anaknya sebagai kenang-kenangan. 

 

\"Saat dewasa, Si Manggale meninggal dalam pertempuran, Raja terus bersedih memikirkan anak tunggalnya telah tiada, bagi orang Batak anak laki-laki ialah segala-galanya,\" katanya. 

 

\"Jadi, bagaimana supaya raja semangat, raja mencari pemahat terbaik untuk membuat patung kayu yang kirip dengan Manggale, dan raja membuat ritual pemanggilan roh Si Manggale,\" lanjut dia. 

 

Menurut Kamus Batak Toba Karya MA Marbun dan IMT Hutapea, Sigale-gale selalu dimainkan bersama musik gondang dan iringi tari Tor-tor saat upacara papurpur sapata. Hal tersebut merupakan ritual tolak bala, papurpur sapata dimainkan ketika ada kematian dan bertujuan agar keluarga selalu terhibur. 

 

Dalam ritual tari Tor-tor ini memiliki tahapan tarian seperti, Tor-tor Mula-Mula, Tor-tor Somba-Somba, Tor-tor Liat-liat, dan Hasahatan Sitio-tio. 

 

"Jadi kalau Mula-mula itu adalah awal, artinya dalam tor-tor itu kita bersujud, bermohon kepada Tuhan dan Kuasa sapaya acara yang kita harapkan dapat berlangsung dengan baik. Kalau Somba-somba itu ada dua permohonan kepada setiap pengunjung dan penghormatan. Kalau Gondang lihat-lihat itu artinya dalam pesta menari berkeliling membawa persembahan seperti beras, padi itu di junjung. Terakhir, Hasahatan Sitio-tio itu sudah selesai, Tio-tio itu air yng jernih mengharapkan acara tadi sukses berjalan dengan baik," ungkapnya. 

 

Seperti yang tertulis dalam Seri Pengenalan Budaya Nusantara: Misteri Patung Sigale-gale karya Sandy Situmorang, disebutkan bahwa patung itu sebenarnya dibut pertama kali oleh Raja Gayus Rumahorbo yang bermukim di Desa Garog dekat Tomok pada 1930. Patung Sigale-gale butan Raja Gayus Rumahorbo saat itu bisa mengeluarkan air mata dan dapat mengusapkan Ulos yang disandang di bahunya. 

 

Namun, bagaimanapun ceritanya, patung Sigale-gale memberikan warna tersendiri bagi perkembangan seni dan tradisi di kawasan Danau Toba. Nah, itulah sedikit kisah tentang Sigale-gale.


Kabupaten Samosir, Provisi Sumatera Utara (Sumut), merupakan pulau vulkanik di tengah Danau Toba. Ya, sebuah pulau dalam danau terbesar di Indonesia. 

Samosir sendiri memiliki patung Sigale-gale yang menjadi ikon. Tidak jarang wisatawan hadir ke Samosir hanya untuk sekedar melihat patung Sigale-gale. 

 

Sigale-gale merupakan boneka kayu unik dari Desa Tomok, yang tersampir ulos di bahunya. Melansir dari Portal Informasi Indonesia, Sigale-gale identik dengan kisah mengenang Si Manggale, sosok yang sangat dihormati masyarakat Batak Toba karena kehebatannya dalam memimpin perang. 

 

Pemandu wisata Tomok, Sugiro, menjelaskan sedikit tentang Sigale-gale. Kata dia, patung itu merupakan sebuah kenang-kenangan. 

 

\"Sigale-gale merupakan patung kenangan, yang mana dahulu Sigale-gale adalah anak seorang Raja, ia juga merupakan anak sematang wayang atau tunggal yang memiliki nama asli Si Manggale yang artinya lemah gemulai,\" ujarnya kepada detikSumut beberapa waktu lalu. 

 

Sayangnya, Si Manggale harus tewas ketika terlibat dalam sebuah peperangan. Sang ayah yang merupakan seorang raja memutuskan untuk membangun patung anaknya sebagai kenang-kenangan. 

 

\"Saat dewasa, Si Manggale meninggal dalam pertempuran, Raja terus bersedih memikirkan anak tunggalnya telah tiada, bagi orang Batak anak laki-laki ialah segala-galanya,\" katanya. 

 

\"Jadi, bagaimana supaya raja semangat, raja mencari pemahat terbaik untuk membuat patung kayu yang kirip dengan Manggale, dan raja membuat ritual pemanggilan roh Si Manggale,\" lanjut dia. 

 

Menurut Kamus Batak Toba Karya MA Marbun dan IMT Hutapea, Sigale-gale selalu dimainkan bersama musik gondang dan iringi tari Tor-tor saat upacara papurpur sapata. Hal tersebut merupakan ritual tolak bala, papurpur sapata dimainkan ketika ada kematian dan bertujuan agar keluarga selalu terhibur. 

 

Dalam ritual tari Tor-tor ini memiliki tahapan tarian seperti, Tor-tor Mula-Mula, Tor-tor Somba-Somba, Tor-tor Liat-liat, dan Hasahatan Sitio-tio. 

 

"Jadi kalau Mula-mula itu adalah awal, artinya dalam tor-tor itu kita bersujud, bermohon kepada Tuhan dan Kuasa sapaya acara yang kita harapkan dapat berlangsung dengan baik. Kalau Somba-somba itu ada dua permohonan kepada setiap pengunjung dan penghormatan. Kalau Gondang lihat-lihat itu artinya dalam pesta menari berkeliling membawa persembahan seperti beras, padi itu di junjung. Terakhir, Hasahatan Sitio-tio itu sudah selesai, Tio-tio itu air yng jernih mengharapkan acara tadi sukses berjalan dengan baik," ungkapnya. 

 

Seperti yang tertulis dalam Seri Pengenalan Budaya Nusantara: Misteri Patung Sigale-gale karya Sandy Situmorang, disebutkan bahwa patung itu sebenarnya dibut pertama kali oleh Raja Gayus Rumahorbo yang bermukim di Desa Garog dekat Tomok pada 1930. Patung Sigale-gale butan Raja Gayus Rumahorbo saat itu bisa mengeluarkan air mata dan dapat mengusapkan Ulos yang disandang di bahunya. 

 

Namun, bagaimanapun ceritanya, patung Sigale-gale memberikan warna tersendiri bagi perkembangan seni dan tradisi di kawasan Danau Toba. Nah, itulah sedikit kisah tentang Sigale-gale.

No comments:

Powered by Blogger.