Ads Top

Ibu dilaporkan kanak-kanak kepada polisi itu sehingga dipenjara, memulakan masalah pakaian

medanmendai.com - Tanpa diduga argumen seorang ibu dengan inisial S (36) dengan anak biologisnya, A (19) menuntut laporan kepolisian.


Akibatnya, ibu harus berada di penahanan kantor polisi Demak.


S terancam dengan hukuman penjara lima tahun.

Klaim dia tidak berharap, karena awal pertarungan terjadi hanya karena masalah pakaian.


Upaya mediasi gagal


Kepala Bagian Operasi Polisi Demak Satreskrim IPTU Mujiono mengaku telah mencoba memediasi ibu dan anak.



Namun, anak masih ingin melanjutkan kasus hukum.


Ibu yang pakaian jual harian di pasar Bintaro juga tunduk pada penganiayaan artikel dan pengangkatan kekerasan dalam rumah tangga.


"Pelaku kami Snare Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Anak Perusahaan KDRT Pasal 351 dari KUHP mengenai penganiayaan, ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Mujiono.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.