Ads Top

Sad Kisah TKI Buat air mata, Besar Hamil Lagi Ditangkap, waktu Dideportasi Melahirkan!



medanmendai.com - SAD STORY saat Dideportasi pekerja migran Hamil Lagi Besar. bayi mungil seberat 3,5 kilogram kelamin jantan yang lahir dari rahim Alma Punyenko (40), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi oleh pemerintah Malaysia pada 3 September 2020 melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan Kalimantan Utara.

Bayi dengan panjang 51 cm terlihat sehat dan gemuk meskipun lahir dalam kondisi yang sangat sulit karena di tempat penampungan darurat, mantan PMI sewa apartemen sederhana (Rusunawa) South Nunukan.

' "Proses Bersyukur lancar, anak saya lahir pada hari Minggu sekitar pukul 13.00 WIB di Puskesmas Selatan Nunukan, semua kebutuhan petugas dibantu Badan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) Nunukan,' 'katanya, Senin (07 / 09/2020).

Pascadideportasi pemerintah Malaysia pada 3 September 2020 bersama dengan 131 deportan lainnya, Alma mendiami rusunawa. Dia mengalami kontraksi dan dilarikan ke pusat kesehatan.
Alma yang sudah bayi akhirnya pindah dalam membangun tempat penampungan di kantor Timur Nunukan BP2MI.

'' Berikut adalah nyaman, kebutuhan bayi dipenuhi, dan kita bisa merawat bayi tanpa takut tertular macam penyakit ketika kita bercampur dengan banyak orang lain, '' katanya.

Hamil dan berada di PTS Tawau


Pusat Penahanan Alma Sementara di Malaysia, mengaku sangat tersiksa berada di sementara (PTS) dalam kondisi hamil dan harus berdesak-desakan dengan ratusan buruh migran dari berbagai negara.

Semuanya harus sejalan, bahkan ketika pergi ke toilet, bagi wanita hamil, itu sudah termasuk cobaan sendiri,

Selain itu, ia membutuhkan asupan makanan bergizi demi nutrizi bayi, hanya bisa makan seadanya seperti orang di penjara.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.