Waspada Gelombang Tinggi untuk Masyarakat di Daerah Pesisir Sumut


medanmendai.com - Pola tekanan relatif lebih tinggi di belahan bumi bagian selatan daripada bagian utara. Terdapat gangguan dinamis berupa Badai Tropis BAILU di Samudera Pasifik Timur Filipina.

Hal ini mengakibatkan pola angin di Sumatera Utara dominan bergerak dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 4-20 knots.

Dengan demikian wilayah Sumatera Utara menjadi daerah belokan angin yang membawa cukup uap air dari perairan Samudera Hindia.

Sehingga pembentukan awan konvektif penyebab hujan signifikan berpotensi terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara.

Untuk Kota Medan, pagi hingga siang hari diprakirakan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sore hingga malam hari diprakirakan berawan hingga berpeluang hujan dengan intensitas ringan.

"Suhu udara berkisar antara 24-33 derajat celsius," kata Kepala Stasiun Klimatologi Deli Serdang,
Klaus Johannes Apoh Damanik, Sabtu (24/8/2019).

Untuk Pantai Timur dan Lereng Timur, lanjut Klaus seperti di Stabat, Pematang Siantar, Lubuk Pakam, Sei Rampah, Lima Puluh, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, Tanjung Balai, Rantau Prapat, Kota Pinang, dan Aek Kanopan, secara umum pagi hingga siang hari diprakirakan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Sore hingga malam hari diprakirakan berawan hingga berpeluang hujan dengan intensitas ringan. Suhu udara berkisar antara 24-33 derajat celsius," sebut Klaus.

Untuk wilayah Pegunungan, seperti di Pematang Raya, Kabanjahe, Balige, Sidikalang, Salak, Dolok Sanggul, Pangururan, dan Gunung Tua, secara umum pagi hingga siang hari diprakirakan berpeluang hujan dengan intensitas sedang.

Pada sore hingga malam hari diprakirakan berawan hingga berpeluang hujan dengan intensitas ringan. Suhu berkisar antara 16-27 derajat celsius.

sumber foto dan artikel : medan.tribunnews.com
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment