Wali Kota Minta Camat dan Lurah Peka


www.medanmendai.com, Medan - Dinas Bina Marga Kota Medan kembali melakukan pengorekan parit di Kecamatan Medan Baru. Kali ini parit yang dikorek berlokasi di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Petisah Hulu, Sabtu (15/10).

Pengorekan dilakukan untuk mengatasi banjir yang acap kali terjadi saban hujan deras turun. Selain mengalami sedimentasi (barang yang mengendap) cukup parah, permukaan parit ternyata banyak yang dibeton untuk dijadikan lapak berjualan para pedagang kaki lima (PK5).

Dalam sepekan, sudah dua kali Dinas Bina Marga mengeruk parit di Kecamatan Medan Baru. Sebelumnya pada Senin 10 Oktober lalu, dinas ini juga melakukan pengerukan parit di Jalan Abdullah Lubis, Kelurahan Merdeka.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, pendangkalan dan penyumbatan parit sebagai pemicu utama banjir di Kecamatan Medan Baru.

Hal ini, menurutnya akibat lemahnya pengawasan dari camat maupun lurah. Ia yakin seandainya camat dan lurah peka dengan wilayahnya sedimentasi maupun penyumbatan parit tidak akan terjadi.
Seorang warga Jalan Sriwijaya mengaku, penyebab parit tersumbat akibat kurang tegasnya camat dan lurah melakukan pengawasan. Ketidaktegasan tersebut membuat para PK5 semakin berani menutup permukaan parit untuk tempat berjualan. "Awalnya pedagang yang menutup parit sedikit. Namun karena tidak ada pelarangan, yang berjualan semakin banyak," ungkap pria yang enggan menyebutkan identitasnya.

Sementara Kadis Bina Marga Medan Khairul Syahnan mengakui, penyebab utama banjir di kawasan Jalan Sriwijaya akibat parit tersumbat dan permukaan parit banyak dibeton. "Untuk itu seluruh beton yang menutup permukaan parit kita bongkar," jelas Syahnan.

Selanjutnya Syahnan berharap usai dilakukan pengorekan, camat dan lurah melakukan pengawasan, termasuk melarang PK5 menutup kembali permukaan parit untuk lapak berjualan.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment