Oknum Syahbandar Pungli Rp 57 Juta


www.medanmendai.com, Medan - Oknum pegawai Syahbandar Pelabuhan Belawan terseret kasus dugaan pemerasan. Dua tersangka yang ditangkap polisi, yakni HPM dan P mengungkapkan keterlibatan pejabat otoritas pelabuhan menikmati uang yang dipungut secara liar terkait waktu muat bongkar (dwelling time).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan penyidik tengah fokus menggali kemungkinan penyalahgunaan kewenangan institusi kepelebuhanan dalam praktik pungli yang disangkakan terhadap HPM dan P.

Toga pun memastikan kedua tersangka merupakan pihak swasta yang dalam pemeriksaan mengaku menjalankan kewenangan Kantor Syahbandar Utama Belawan dan Otoritas Pelabuhan Belawan.

"Prosedurnya yang tahu mereka, baik Otoritas Pelabuhan maupun Syahbandar. Namun, kedua tersangka yang diamankan mengaku ada memberikan uang pelicin kepada oknum Syahbandar," katanya, Sabtu (8/10).

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, diketahui ada oknum di Syahbandar yang menerima uang pelicin senilai Rp 57 juta untuk sekali bongkar muatan kapal. Menurutnya tanpa uang tersebut keberadaan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tidak bisa beroperasi di Pelabuhan. Andaipun ada, perusahaan TKBM tidak akan berumur panjang.

"Jika tidak ada uang pelicin itu, tidak akan mungkin organisasi TKBM dan perusahaan bongkar muat itu langgeng," katanya. Namun Toga enggan mengebutkan nama oknum tersebut, sebab, saat ini Tim Khusus yang berada di bawah pengawasanya, masih mengumpulkan bukti.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment