Masyarakat Pemerhati Media dan Komunikasi Sumut Orasi di Depan Harian Central


www.medanmendai.com, Medan - Puluhan massa dari Masyarakat Pemerhati Media dan Komunikasi Sumut menggelar demo di kantor harian central Jalan Brigjen Katamso. Massa yang mengaku berasal dari elemen masyarakat ini mengaku gerah dengan adanya dia oknum wartawan yang memanfaatkan medianya demi kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kami menduga adanya oknum pers (SS atau DS) yang sengaja menjadikan medianya sebagai ajang transaksional," kata orator aksi, Ahmadin Harahap di kantor Cental Media, Selasa (11/10/2016).
‌Ahmadin meminta pimpinan harian Central Media untuk memberhentikan dan menertibkan ‌oknum tersebut yang menjadikan media sebagai wahana transaksional.

‌Atas dasar itu, demi menjaga tegaknya  Menurut UU Pers No. 40 tahun 1999, pada pasal 7 ayat 2 bahwa yang dimaksud dengan Kode etik ‌jurnalistik adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawan dan ditetapkan oleh Dewan Pers maka wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.
"Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut  ‌profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat," katanya.
‌Menurutnya satu tindakan yang diduga dilakukan keduanya yakni pekerjaan ULP Kabupaten ‌Simalungun yang melibatkan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan oknum pers Central Media.

Namun massa memilih membubarkan diri saat diajak oleh Pemimpin Redaksi Central Media untuk bersilaturahmi di kantor Central.

"Diajak masuk sama pemred pak Asmadi dan redaktur Faisal Tampubolon tuk menanyakan siapa nama wartawannya mereka mengalihkan pembicaraan. Minta dipecat wartawannya. Sementara di Central, nama di pemberitaan (kode berita) huruf dan nomor," kata wartawan central yang enggan disebutkan namanya.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment