Istana Maimoon, Bangunan Bersejarah Hasil Kejayaan Tembakau Deli


www.medanmendai.com, Medan - Istana Maimoon didirikan oleh Sultan Deli kesembilan bernama Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 26 Agustus 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891.

Kesultanan Deli pada saat itu merupakan satu di antara kerajaan besar yang ada di Sumatera Utara. Nama Deli diambil dari sejarah Raja Deli pertama yaitu Tuanku Gotjah. Ia adalah pahlawan dari keturunan Raja Delhi Akbar di Hindustan, India.

Kepala Juru Pemeliharaan yang sekaligus juru kunci Istana Maimoon, Tengku Ashamudin menyebutkan, bahwa pada awalnya istana ini hanyalah kantor administrasi. Sultan Deli pada saat itu bertempat tinggal di Istana Puri di depan Mesjid Raya.

"Sebelum ada istana ini, Sultan Deli dan keluarga tinggal di Istana Puri yang terletak di depan Masjid Raya. Pada saat itu, Istana Maimoon hanya sebagai kantor administrasi kerajaan dan pertemuan adat melayu untuk tamu kehormatan. Setelah Istana Puri dibakar pada Revolusi Sosial sekitar 1946 barulah Sultan bertempat tinggal di Istana Maimoon. Pertahanan di sini sangat kuat makanya tidak dibakar," sebut Ashamudin kepada www.tribun-medan.com di Istana Maimoon, Sabtu (15/10/2016).

Ia menjelaskan, bangunan ini dibagun oleh arsitek asal Belanda bernama Van Arp. Biaya pembangunannya diperoleh dengan menyewakan lahan perkebunan kepada pedagang Belanda sekitar tahun 1863.

"Ini istana dibangun atas hasil perkebunan. Pada 1863 pedagang berkebangsaan Belanda bernama Jacobus Nienhuys menyewa tanah kekuasaan Sultan Deli untuk di tanam tembakau. Bisnis ini berkembang pesat. Tahun 1872 perusahaan bernama Deli Maatschappij mengekspor tembakau dengan keuntungan 1 juta gulden, hingga pada 1889, perusahaan ini menghasilkan 182.339 bal tembakau dengan keuntungan lebih dari 40 juta gulden," sambungnya.

Istana Maimoon berdiri di lahan seluas 4,8 hektar. Di mana gedung memiliki luas satu per tiga halaman. Istana saat ini kerap dijadikan lokasi ritual adat di mana Sultan menjabat sebagai kepala adat melayu.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment