Ini Sanggahan RS Martha Friska Terkait Kasus BPJS Kesehatan


www.medanmendai.com, Medan - Perawat Martha Friska Yanti Harahap membantah adanya kesalahan administasi di rumah sakit tempatnya bekerja sehingga iuran BPJS Kesehatan pasien yang sudah meninggal masih aktif. Dia mengatakan, setelah pasien meninggalkan rumah sakit, pihaknya langsung menginput data pasien ke BPJS.

"Jadi kalau ada pasien yang pulang, resepsionis kami akan mengklik (input data) kalau pasien pulang, pass, meninggal atu sembuh," kata saat dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (7/10/2016).
Menurutnya terakumulasinya iuran pasien atas nama Ros Intan beru Keliat sebesar Rp 919.380 disebabkan adanya kesalahan di sistem komputer BPJS sehingga akumulasi tagihan sejak Mei 2015-September 2016 muncul saat akan dibayar.

"Sistem kami langsung online ke BPJS pusat. Dan itu (input) sudah kami lakukan. Tapi, kenapa bisa masih tertunggak saya tidak tahu," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Martha Friska menolak membayar tunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan pasien bernama Ros Intan beru Keliat yang telah meninggal 1,5 tahun yang lalu. Staf rumah sakit justru membebankan tagihan tersebut kepada keluarga almarhum.

Staf rumah sakit diduga lupa menonakfifkan BPJS milik Ros Intan beru Keliat yang meningal Mei 2015 lalu.

Sehingga terakumulasi sebesar Rp 919.380. Padahal sejak Ros Intan boru Keliat meninggal, staf rumah sakit sudah meminta kartu tersebut.

"Pihak rumah sakit Martha Friska lepas tangan dengan permasalahan ini. Mereka justru seakan membebankan kesalahan administrasi yang mereka lakukan kepada saya," kata putra almarhum, Jeffry Tarigan.

Jeffry menduga munculnya tunggakan tersebut dikarenakan pihak Rumah Sakit Martha Friska yang berada di Jalan Yos Sudarso, Berayan Medan yang memegang kartu BPJS tidak melaporkan dan menyerahkan kartu tersebut kepada pihak BPJS di rumah sakit tersebut.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment