BPN dan Bagian Aset Buang Badan


www.medanmendai.com, Medan - Anggota Komisi A DPRD Medan Asmui Lubis menilai, Badan Pertanahanan Nasional (BPN) Kota Medan dengan Bagian Perlengkapan dan Aset Setda Kota Medan saling lempar tanggung jawab. Pasalnya, alasan yang dikemukakan keduanya terkesan tak pernah terbuka soal aset-aset sah yang dimiliki pemko. Apalagi, menurut Asmui, dari ratusan aset pemko yang dipertanyakan hanya sebagian kecil bersertifikat.

"BPN dengan Bagian Aset sama-sama buang badan. Inilah yang kita sayangkan, tak pernah terbuka mana saja aset Pemko Medan. Kinerja Kabag Aset Agus Suryono kurang maksimal," ujarnya, Minggu (16/10).

Dari pengalaman sebelumnya, kata Asmui, pemko telah cukup banyak melepas satu per satu aset lantaran tak memiliki sertifikat. "Kan, tugas dia menjaga aset. Berarti memang gak mampu dia menjabat sebagai penjaga aset," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun.

Hal sama diutarakan Ketua Komisi A DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Roby Barus. Roby mengungkapkan, dewan saat ini tengah serius mendata aset pemko, dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Aset. Dari situ akan dicari dan didata mana-mana saja aset sah milik Pemko Medan. "Kami sedang membentuk Pansus Aset. Bulan ini mungkin terbentuk," ujarnya.

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Ansor Siregar menganjurkan pemko secepat mungkin mendata aset-asetnya dan langsung menginventariskannya. "Kalau pemko mengklaim itu asetnya namun tak memiliki surat-surat, itu masalah ke depan," katanya.

Sohibul menyebutkan, persoalan ini sebenarnya sering terjadi di berbagai kota, namun parahnya Pemko Medan seakan tak peduli dengan asetnya. "Ini memang sering terjadi. Namun Kota Medan terlalu membiarkan aset-aset yang tak memiliki surat-surat," ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran BPN Kota Medan, Hafiz, menolak memberi penjelasan saat ditanya alasan pihaknya hingga kini belum menerbitkan sertifikat aset pemko.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment