Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Medan Bisa Diremajakan, Ini Syaratnya


www.medanmendai.com, Medan - Kondisi beberapa bangunan kolonial peninggalan Belanda di Medan kini sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat di seputaran kompleks kesawan Medan.
Walau demikian, arsitek asal Belanda, Cor Passchier menyebutkan, bangunan-bangunan tersebut masih dapat diremajakan tanpa menghilangkan karakter bangunan.

Ia juga menegaskan proses peremajaan bangunan tak bisa dikerjakan sembarang orang. Ia meminta apabila pekerjaan dilakukan harus melibatkan beberapa pakar.

"Peremajaan harus dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan yang didasarkan kepada unsur-unsur fisik yang asli, seolah DNA bangunan, kalau diabaikan akan kehilangan jiwa dan karakter. Ini identitas tanpa arti," sebut Cor Passchier saat bedah buku di Badan Warisan Sumatera Jalan Nusantara Nomor 14, Medan, Jumat (14/10/2016).

Pembangunan akan dipastikan gagal kalau infrastruktur yang ada di kawasan Kesawan tidak diperbaiki.

"Sebelum peremajaan,  pemerintah juga harus perhatikan masalah parkir, drainase, kemacetan dan lain-lain. Kalau tidak nuansa kolonial kolonial pasti gagal," sambungnya.

Cor Passchier juga menjelaskan, bahwa ada lima kota di Indonesia yang disebut kental akan nuansa kolonial. Hadirnya Belanda di Indonesia merupakan dampak dari peperangan antara Belanda, Portugis dan Spanyol.

"Cerita awalnya, bangunan ini masuk sekitar 1600'an. Belanda sedang berperang dengan Portugis dan Spanyol. Sehingga Belanda mencari rempah-rempah sampai ke Nusantara. Kota Medan itu dulunya dikenal dengan kota perkebunan. Selain itu Batavia, Surabaya, Bandung, Makasar juga menjadi cermin kedatangan kolonial ke nusantara," tandas Cor Passchier.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment