Tiga Dinas Urusi Reklame


www.medanmendai.com, Medan - Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Medan M Husni berbagi kisah. Hadir memenuhi undangan Panitia Khusus Laporan Pertanggungjawaban DPRD Medan, Husni bercerita, turunnya pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak reklame yang dikritik dewan, buntut dari adanya instansi atau dinas lain yang turut mengurusi soal pajak reklame di Medan.
Katanya, selain Dispenda, terkait reklame juga ditanggungjawabi dinas lain, seperti Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Sehingga, kata Husni, Dispenda tugasnya hanya bersifat melekat. Namun demikian secara keseluruhan ia mengaku realisasi pajak reklame di dinas yang ia pimpin telah terkumpul cukup banyak.

Sebelumnya dalam rapat, anggota Pansus Laporan Pertanggungjawaban DPRD Medan Paul Simanjuntak mempertanyakan turunnya PAD yang diperoleh Dispenda.

Untuk 2015, Dispenda tercatat menyumbang PAD Rp 996 miliar dari target yang ditetapkan Rp 1,26 triliun. PAD terbanyak didapat dari pajak restoran, hiburan, jalan, parkir, PBB.

Paul Simanjuntak mengatakan, pendapatan dari sektor rekalame, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta PBB mengalami penurunan.

"Ini kenapa mengalami penurunan. Kita mau tahu penyebabnya. Yang kita inginkan kenaikan PAD," kata Paul pada rapat yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran DPRD Medan, Senin (19/9).

sumber ilustrasi foto : www.google.com & sumber konten : http://medan.tribunnews.com/ 
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment