Tolak Tawaran Foto Vulgar karena Ingat Pesan Ibunda



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Ade Tri Yunita, fotomodel asal Medan, sudah cukup melang melintang di dunia modeling, pementasan drama dan teater.
Gadis kelahiran 14 Juni 1995 ini tak sungkan bercerita dan mengakui tentang stereotip dunia modeling yang dekat dengan pornografi dan pornoaksi.
"Soal sisi hitam atau negatif modeling itu benar adanya. Itu sudah rahasia umum. Tapi itu semua tergantung modelnya sendiri, mau atau enggak," katanya, Selasa (26/1/2016).

Ade bercerita tentang banyaknya tawaran untuk menjadi model dengan pose vulgar. Namun semua itu ia tolak lantaran ingat pesan ibunnya.

"Ade pernah beberapa kali ditawari buat model pakai pakaian seksi dan telanjang (vulgar). Tapi Ade tolak karena Ade ingat pesan mama. Mama bilang kalau mau jadi model yang baik-baik saja, dalam artian yang enggak dianggap vulgar oleh masyarakat," tuturnya.
Sosok almarhum ibunda jugalah yang membuatnya teguh dan menolah bayaran puluhan juta untuk foto bugil.

"Jujur Ade sempat tergiur ditawari foto model nude (vulgar) senilai Rp25 juta. Ade tolak karena ingat terus pesan mama, enggak boleh," katanya
Hingga kini Ade masih dicoba dirayu para fotografer untuk sesi foto seksi. Dan tawaran datang dari beberapa kota besar di Indonesia.

"Tawaran selalu ada, bahkan banyak. Ada fotografer dari Bandung, Surabaya, dan Medan juga," katanya. 

(cr3/tribun-medan.com)
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin, S.Kom

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment