Biadab! Begini Nasib Pribumi Saat Taipan Berkuasa, Video Penghancuran Rumah Induk Posko Rampah Serdang Bedagai Oleh Taipan Yang Sok Berkuasa



www.medanmendai.com, Serdang Bedagai - Jangan teteskan darah di bumi Serdang Bedagai, HGU perkebunan PT Soelong Laoet sudah habis sejak 31 desember 2014 dan jangan teteskan darah, walaupun itu setetes, jangan teteskan di Serdang Bedagai.



Hal ini dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Serdang Bedagai, yang juga anggota Komis A, Junaidi Purba, dalam kasus dirubuhkannya rumah yang dijadikan posko oleh Rakya menggugat Perampasan Tanah (RAMPAH) di eks PT Soeloeng Laoet di Desa Sinah Kasih, Kec.Sei Rampah, Kab Serdang Bedagai, Sumatera Utara, jangan teteskan darah walaupun itu setetes, melalui telepon seluler ke Wartawan, Rabu sore (14/9) .


Kita sudah menerima surat dari Ketua Koordinator RAMPAH, M Arsyad Nasution, sejak terjadinya peristiwa pengrusakan rumah posko yang dilakukan ratusan karyawan perkebunan eks PT SL dan ini sudah kita bahas di DPRD dan kita sudah panggil pihak Pemerintah Kab Serdang Bedagai yakni Sekdakab Sergai, Drs Hadi Winarno, dan kita juga lakukan pemberitahuan itu, tapi nanti kita akan kumpulkan seluruh pihak, tapi dalam waktu dekat ini, karena saat ini kesibukan yang harus dikerjakan, karena ini sangat mendesak, “Ungkap Junaidi.

Peristiwa pengerusakan rumah posko induk milik RAMPAH sebagai rumah pengaman patok bambu yang didirikan bersama setelah pengukuran lahan sengketa antara masyarakat 10 kelompok yang diatas tanah milik masyarakat seluas 953 Hektar di areal eks PT SL dengan pihak pengusaha PT SL
Akibat dari pendirian rumah sebagai posko induk yang diduduki masyarakat oleh Rakyat Menggugat Perampasan Tanah (RAMPAH) terhadap perkebunan PT Soeloeng Laoet di Kab Serdang Bedagai dengan membangun rumah induk di sepuluh titk areal diatas tanah perkebunan eks PT Soeloeng Laoet, membuat pengusaha David Tan gerah, namun pengrusakan rumah posko itu untuk kedua kalinya dan pengrusakan ini pihak pengusaha terang-terangan menghancurkan seluruh rumah posko yang didirikan masyarakat RAMPAH.

Liputan Wartawan beberapa hari lalu dilokasi melihat posko rumah induk di Kampung Banten, terlihat atas perintah pihak pengusaha David Tan menyuruh ratusan karyawan langsung merubuhkan dan meluluhlantahkan rumah dan posko tersebut, sehingga ratusan karyawan yang terdiri centeng itu langsung merubuhkan posko rumah induk RAMPAH dan warga yang mendiami rumah tersebut tidak bisa berbuat apa-apa dan kalau melawan pihak Polsek siap-siap angkat senjata, ini terbukti dengan siapnya pengokangan senjata oknum Brimob yang melihat warga memegang senjata tajam, langsung senjata laras panjang diarahkan kewarga.

Semakin bringgasnya karyawan kebun itu, seluruh isi dalam rumah tersebut dikeluarkan dan juga adanya parang (golok) yang ada didalam di rampas pihak Polisi dan seluruh yang ada di dalam rumah di campakan dan bendera maupun spanduk di cabuti dan dibuang, termasuk bendera merah putih di buang kesemak-semak rumput kebun dan pihak Polsek tidak ada pencegahan dan ratusan karyawan serta David Tan sebagai pengusaha, sudah menyiapkan pihak Polsek Sei Rampah (su/azf/beritalima)

Video penghancuran tersebut kini sudah banyak beredar di sosial media, lihat di bagian atas tulisan ini.

  

sumber foto dan konten : http://apik.apikepol.com/2017/02/biadab-begini-nasib-pribumi-saat-taipan.html?m=1

Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment