Bungkam Ditanya Perihal Dakwaan, Humas PN Medan : Tak Seharusnya Ramadhan Pohan Malu


www.medanmendai.com, Medan - Menjalani sidang perdana, ternyata membuat Ramadhan Pohan tertutup menanggapi perihal perkara dugaan penipuan senilai Rp 15,3 miliar.

Pagi tadi, Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan yang berstatus tahanan kota menjalani sidang beragendakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/1/2016).

Disidangkan terpisah, Mantan calon Wali Kota Medan ini lebih dahulu selesai menjalani sidang. Ia tampak tergesa-gesa meninggalkan ruang sidang kendati sempat menyalami beberapa awak media yang sengaja menunggunya.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat ini enggan berkomentar tatkala diberondong perihal kasus yang menimpanya.

“Saya pengacara saja,yah,” kata Ramadhan sembari beringsut meninggalkan PN Medan.

Humas PN Medan, Erintuah Damanik mengatakan, sikap tertutup Ramadhan Pohan yang dipertontonkannya saat menjalani sidang perdana tidak akan berlangsung lama. Sebab, persidangan yang terbuka untuk umum tersebut, akan secara terus menerus dikonsumsi publik mengenai keterlibatannya terkait kasus dugaan penipuan.

“Apa gunanya dimalukan? Emangnya ini sekali sidang, kan tidak. Ini akan berlanjut terus sampai puluhan sidan barang kali. Kalaupun dia malu, emangnya sidang ini tertutup, kan terbuka untuk umum dan semua orang tahu,”ujar Erintuah saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menyebut, tak sepantasnya seorang terdakwa yang perkaranya terbuka untuk umum bersifat tertutup kepada publik. Seharusnya, Ramadhan mampu menyampaikan kalau dirinya tidak terlibat dalam kasus ini.

“Enggak ada yang ditutup-tutupi di situ. Saya kira gak pantas dia malu. Kalau memang dia terbukti, akan kita hukum. Kalau memang malu, jangan melakukan,” ujarnya.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/2017/01/03/bungkam-ditanya-perihal-dakwaan-humas-pn-medan-tak-seharusnya-ramadhan-pohan-malu
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment