Untuk Kedua Kali, PMPK Minta Kejati Usut Dugaan Korupsi di RSUP H Adam Malik


www.medanmendai.com, Medan - Untuk kedua kalinya, pengunjukrasa dari Persatuan Masyarakat Pemberantas Korupsi Sumatera Utara (PMPK Sumut) melaporkan adanya dugaan korupsi proyek pembekalan farmasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik ke Kejati Sumut, Rabu (30/11/2016).

Sepekan berlalu, belasan pengunjukrasa yang didominasi kalangan mahasiswa ini mempertanyakan kinerja Kejati Sumut mengusut adanya konspirasi pemenang lelang yakni PT Rajawali Nusindo tahun 2014 nilai anggaran Rp 17,9 miliar.

"Meminta kepada Kejati Sumut agar menuntaskan kasus dengan dengan cara jemput bola beradasar informasi yang kami sampaikan minggu lalu agar ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan," kata orator aksi, Ilham Fauzi Munthe di depan pagar gedung Kejati Sumut.

Alasan Kejati meminta alat bukti, sambungnya, tidak dapat diterima. Sebab, ia menyebut, sudah menjadi kewenangan pihak kejaksaan menuntaskan dugaan pelanggaran hukum, termasuk korupsi.
"Negara memberikan tanggung jawab penuh kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan mencari alat bukti," jelasnya.

Laporan adanya dugaan korupsi pengadaan proyek perbelakan farmasi di RSUP H Adam Malik ini dengan pagu anggaran Rp 17,9 miliar dari total harga perhitungan sementara senilai Rp 18,04 miliar.
PMPK Sumut menduga, panitia proyek pengadaan pembekalan farmasi di RSUP H Adam Malik, dengan sengaja memanipulasi proses pengadaan yang dimenangkan PT Rajawali Nusindo sementara perusahaan lainnya hanya formalitas saja.

"Sehingga demikian, patut dicurigai PPK (pejabat pembuat komitmen) dan KPA (kuasa pengguna anggaran) telah dijanjikan akan mendapat hadiah. Bukankah pemberian janji atau hadiah kepada pejabat merupakan tindakan gratifikasi," ucap Ilham Fauzi Munthe.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment