Sebut Dugaan Korupsi RS Adam Malik, Kejati Sumut Minta PMPK Harus Barengi Alat Bukti


www.medanmendai.com, Medan - Pengunjukrasa yang mengatasnamakan diri sebagai Persatuan Masyarakat Pemberantas Korupsi Sumatera Utara (PMPK Sumut) menyuarakan adanya dugaan korupsi pengadaan proyek perbekalan farmasi di RSUP H Adam Malik, Medan tahun 2014.

Unjukrasa ini telah berlansung tiga pekan berturut-turut. Namun, Kejati Sumut lagi-lagi menyebut, aspirasi tersebut telah disampaikan ke Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut Bambang Sugeng Roekmono.

Lantas PMPK menanyakan perihal jawaban dari orang nomor satu di Korps Adhyaksa tersebut tentang adanya konspirasi pemenang lelang yakni PT Rajawali Nusindo tahun 2014 nilai anggaran Rp 17,9 miliar.

"Bapak mengatakan aksi pekan lalu telah disampaikan ke pimpinan. Kami berharap aksi kami kali ini ada tanggapannya. Bukan hanya disampaikan dan diterima saja," kata orator, Ilham Fauzi Munthe, Rabu (14/12/2016).

Pria berlobe ini pun akan secara terus menerus menyuarakan aspirasinya sembari berharap pernyatakan sikap mereka ditanggapi langsung Kajati Sumut.

"Tapi harapan kami yang menanggapai aspirasi ini adalah Bapak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," sebut Ilham.

Kepala Sub Seksi Penerangan Hukum (Kasubsi Penkum) Kejati Sumut Yosgernold Tarigan yang menyambut pengunjukrasa, berulang kali mengimbau agar laporan dibarengi alat bukti.
"Disampaikan ke pemimpinan bukan berarti berhenti di Penkum. Laporan itu dipelajari, ada SOP-nya. Kalau ada pelanggaran, kami tindak lanjuti," kata Yosgernold.

Setiap laporan dugaan korupsi, sambungnya, terlebih dahulu dipelajari jika ada bukti pendukung dugaan korupsi di RSUP H Adam Malik.

"Kami sudah menyampaikannya melalui nota dinas kami ke pimpinan. Ada informasi yang optimal dan tidak. Sebatas itulah kami menerima aksi saudara sekalian," tandasnya.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/2016/12/14/sebut-dugaan-korupsi-rs-adam-malik-kejati-sumut-minta-pmpk-harus-barengi-alat-bukti
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment