Polisi Dikecam Keras usai Kepung dan Tembaki Petani Laiknya Teroris


www.medanmendai.com, Medan - Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara mengecam tindakan kepolisian yang menangkap petani.

Adalah Jekson Purba dan Arianto yang ditangkap karena tuduhan perusakan tanaman kacangan milik perusahaan perkebunan PT Cinta Raja di Desa Pamah, Kecamatan Silindah, Kabupaten Serdangbedagai.

Ketua DPW SPI Sumut, Zubaedah mengatakan, penangkapan terhadap petanu yang dianggap terlalu berlebihan. Keduanya ditangkap saat mencari nafkah. 

"Jekson ditangkap saat bekerja memecah batu. Arianto ditangkap saat membawa angkutan umum untuk menghidupi keluarganya," ujar Zubaidah saat konferensi pers di Kantor SPI, Jalan Eka Rasmi, Gang Eka Rasmi VI Nomor 9 Medan Johor. 

Awalnya, lanjut Zubaedah, anggota SPI Basis Desa Pamah melakukan pemugaran makam leluhur, di atas lahan yang diklaim milik perkebunan PT Cinta Raja.

Pembersihan pemugaran makam adalah rutinitas warga Desa Pamah sebagai penghargaan terhadap leluhur. 

Makam leluhur itu pun, menurut warga Desa Pamah adalah bukti, kalau lahan yang sekarang di klaim perusahaan itu adalah ladang dan persawahan warga.

Beberapa anggota SPI pun sudah melaporkan kepada Polsek Kota RIH agar tidak mengizinkan perusahaan menghancurkan makam.

"Namun, setelah pemugaran, kenapa anggota kita dituduh merusak tanaman kacangan milik perusahaan. Dan yang tidak masuk akal, perusahaan merasa dirugikan jutaan rupiah sama perusahaan. Padahal makam itu hanya berukuran 2x3 meter," ungkapnya. 

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment