Kami Tidak Antietnis dan Tidak Antiagama Lain, Kami Cuma Benci Ahok


www.medanmendai.com, Medan - Ribuan pengunjuk rasa yang berdemo di Polda Sumut membuat Jalan SM Raja yang macet total.

Untuk menghindari kemacetan yang lebih para, petugas kepolisian mengarahkan kendaraan roda empat lewat tol.

Kasubbid Penmas Polda Sumut MP Nainggolan mengatakan, kendaraan roda empat sengaja diarahkan melewati tol, karena luapan pendemo menghalangi akses jalan.
"Petugas memang mengarahkan agar kendaraan roda empat lewat jalan tol," katanya, Jumat (4/11/2016).

Namun MP Nainggolan mengatakan kendaraan tetap diwajibkan untuk membayar biaya tol sedangkan sepeda motor masih dimungkinkan melintas walau pun massa hampir menjelali jalanan.
"Kendaraan yang lewat tetap harus bayar," katanya.

Orator aksi dari Muhammadiyah mengatakan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah menghina Alquran sehingga katanya mereka siap mati untuk membela Islam.
"Ahok menghina Islam kami siap mati," katanya.

Sebelumnya, orator aksi juga mengatakan mereka bukan antietnis Tionghoa, bukan anti pula  terhadap orang yang menganut agama nonmuslim.

Namun, mereka hanya benci dengan Ahok yang telah menistakan agama Islam.

"Kami tidak aksi antietnis. Kami hanya benci Ahok," orator dari atas mobil.

Pihaknya juga meminta agar Kapolda Sumut atau Kapolri segera menahan Ahok kalau tidak melakukan keinginan mereka, pendemo akan menangkap para pimpinan negara.

"Kami berikan waktu selama 24 jam agar polisi menangkap ahok," katanya.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment