Terdakwa Sabu Dapat Nasihat Gratis dari Majelis Hakim Ketua


www.medanmendai.com, Medan - Majelis hakim ketua, Erintuah Damanik memberikan nasihat terhadap Nuraini, terdakwa kepemilikan sabusabu saat disidangkan di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/10/2016).

"Kenapalah kau jual sabu?. Apa ndak ada kerjaan lain, jual lontong?," kata Erintuah memulai nasihatnya.

Dengan nada memelas, janda beranak satu ini menjawab, bukannya dirinya tak mau menjual lontong tapi hasil dari dagangan lontong tak cukup menghidupi kebutuhan anaknya.

"Maklum, Pak hakim, semenjak pisah dengan suami saya harus menghidupi kehidupan sendiri. Kalau jual lontong saya pikir gak bakal cukup," jawabnya.

"Jadi berapalah kau dapat, setiap penjualan sabu itu?" tanya hakim kembali.

Lalu terdakwa menjawab, bahwa penjualan satu jie sabusabu dirinya mendapat upah Rp 200 ribu.
"Lumayanlah, Pak Hakim. Per harinya Rp 200 ribu," sebutnya.

Dalam persidangan itu, terdakwa sedikit curhat soal perjalanan hidupnya. Dia menyebutkan alasannya bercerai karena tak tahan bersama suami yang hobbi main judi dan main pukul.
"Minta cerailah aku, tubuh selalu dipukulnya,"ucapnya lagi.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/

Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment