Penangkapan Badot, Kata Jefry: Ada Unsur Kesalahpahaman


www.medanmendai.com, Medan - Puluhan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan (P3TKM) mendatangi Polsek Medan Kota guna melakukan klarifikasi terkait penangkapan terhadap seorang pedagang, Sardo Manalu alias Bandot (65), beberapa hari lalu.
Menurut mereka, penangkapan terhadap Bandot yang dianggap sebagai pelaku 'pungli' ada kesalah pahaman. Hal ini disampaikan para pedagang kepada wartawan saat ditemui di halaman Polsek Medan Kota, Jumat (21/10/2016).

"Dia itu (Bandot) bukanlah pelaku pungli. Uang Iuran 10 ribu perhari itu adalah kesepakatan bersama sesama pedagang," ujar pedagang, Jefry.

Jefry mengatakan, penangkapan yang dilakukan pihak Polsek Medan Kota terhadap Bandot jelas ada unsur kesalahpahaman. Terlebih, kata dia, ketika Bandot dianggap sebagai pelaku pugutan liar (pungli).

"Kami pedagang yang tergabung di Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan (P3TKM) sengaja menunjuk Sardo Manalu sebagai ketua. Dan, si Bandot itulah yang ditunjuknya sebagai anggota pengutip uang iuran kepada setiap pedagang. Dimana letak punglinya, sementara kami tidak ada yang merasa keberatan dan itu memang sudah kesepakatan bersama. Uang iruan itu merupakan untuk biaya kebersihan dan jaga malam lapak milik para pedagang," katanya.

Dia menambahkan, Bandot setiap mengutip uang Rp10 ribu itu tidak menggunakan kekerasan. Bahkan, dia bilang, kalau iuran Rp10 ribu itu juga tertuang dalam surat notaris yang dibuat oleh para pedagang.

"Jadi, pengutipan itu resmi dan bukan pungli. Sehingga kami tidak terima adanya penangkapan ini," tegas Jefry seraya mengatakan P3TKM terbentuk sejak enam bulan lalu dan semenjak itu pula keputusan bersama itu dibuat para pedagang dan para penjaga malam.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment