Digusur untuk Rel Bandara, Warga Tetap Tolak Uang Ganti Rp 1,5 Juta


www.medanmendai.com, Medan - Ratusan warga pinggir rel kereta api, Jalan Timah, Medan Area, menjerit saat ratusan tim gabungan hendak menggusur, Rabu (26/10/2016) siang.

"Percuma kalian sekolah tinggi-tinggi, otak enggak dipakai. Kami enggak mau terima uang Rp 1,5 juta dari kalian," teriak seorang perempuan saat alat berat memasuki permukiman warga.

Meskipun warga sudah bersiaga di kawasan permukiman. Namun, alat berat bersama personel polisi bersenjata lengkap terus bergerak melakukan penggusuran.

Tidak hanya itu, beberapa polisi wanita (polwan) diarahkan untuk tenangkan warga yang berteriak-teriak. Mereka berupaya agar penggusuran berjalan damai.

Hingga berita ini diturunkan, proses penggusuran sedang berlangsung. Personel gabungan memasuki ke arah permukiman warga. Penggusuran rumah warga untuk pembangunan rel layang Medan-Bandara Internasional Kualanamu.

Setahun lalu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Devisi Regional Sumatera Utara telah menggusur 60 kepala keluarga. Karena itu, ada 20 kepala keluarga yang harus digusur.

sumber ilustrasi foto : www.google.com
sumber konten : http://medan.tribunnews.com/

Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment