Pasca-Teror Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan, Aktivis PMKRI Berjaga-jaga di Gereja


www.medanmendai.com, Medan - Peristiwa percobaan bunuh diri oleh seorang pemuda, Ivan Armadi Hasugian (17 tahun) di Gereja Katolik Santo Yoseph Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu 28 Agustus 2016, membuat kalangan umat kristiani lebih meningkatkan kewaspadaan.

Seminggu setelah peristiwa tersebut, aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santu Bonaventura Cabang Medan, misalnya, menempatkan sejumlah anggotanya di berbagai gereja Katolik di seputar Kota Medan, Minggu 94/9/2016.

Mereka didukung organisasi internal Katolik lainnya, seperti Orang Muda Katolik (OMK) dan Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK).

“Tadinya kami ingin menjaga seluruh gereja Katolik yang di ada di Medan, sepanjang hari, 24 jam. Tapi setelah berkonsultasi dengan pihak Keuskupan Agung Medan, kami disarankan melakukan penjagaaan hanya pada saat misa (kebaktian), hari Sabtu dan Minggu,” ujar Koordinator Biro Kerohanian PMKRI Medan Mariani Laura Sihaloho.

Mariani menambahkan, pihak Keuskupan pun mengingatkan aktivis supaya melakukan penjagaan jangan terlalu mencolok dan tidak kaku agar jangan sampai mengganggu kekhusukan umat yang akan beribadat.

Menurut Mariani, mahasiswi Universitas Negeri Medan, peristiwa pencobaan bunuh diri di gereja Santo Yoseph merupakan pengalaman yang sangat berharga.

“Ini sekaligus peringatan bagi umat yang lebih saling mengenal, saling meningkatkan keakraban agar mudah mendeteksi oknum-oknum yang ingin berniat buruk di kawasan gereja,” kata Mariani yang ikut berjaga bersama sejumlah aktivis perempuan lainnya.

Ia menambahkan dalam rangka tugas pengamanan, aktvitis mahasiswa dan pemuda senantiasa berkoordinasi dengan para senior yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI. (*)

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment