Komunitas Turun Tangan Medan Bukan Sekadar Edukasi Politik


www.medanmendai.com, Medan - Komunitas Turun Tangan dibentuk oleh Anies Baswedan pada 17 Agustus 2013 ingin mewujudkan politik bersih di Indonesia. Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Medan.

Koordinator Turun Tangan Medan Gita Chantika mengatakan, Anies Baswedan mendirikan Komunitas Turun Tangan sebagai wadah edukasi politik.

"Berdiri sejak 2013 di Jakarta. Momentumnya itu ketika Pak Anies Baswedan memutuskan diri untuk ikut konvensi calon presiden Partai Demokrat. Komunitas ini memiliki cabang di daerah, khusus di Medan terbentuk pada 12 Januari 2014 dengan nama Turun Tangan Medan. Latar belakangnya pendirian komunitas ini, kami ingin mewujudkan politik bersih di Indonesia. Kami mau ubah perspektif masyarakat mengenai politik yang selama ini cenderung kotor," ujar Gita Chantika kepada tribun-medan.com di Kampus USU, Senin (20/6/2016).

Saat diangkat menjadi Menteri Pendidikan dalam kabinet kerja Presiden Jokowi Widodo, Anies Baswedan pun resmi melepaskan tongkat kepimpinan Turun Tangan.

"Saat ini pimpinan kami bukan Pak Anies Baswedan lagi. Jadi kami langsung di bawah naungan Turun Tangan Pusat. Turun Tangan ada di 158 Kabupaten kota di seluruh provinsi Indonesia. Kami cukup terorganisir dan saling berhubungan dengan Turun Tangan di daerah lainnya," ujar Gita Chantika.

Ditemui di tempat yang sama, Presidium Turun Tangan Medan Azhar Can Aritonang mengatakan, Turun Tangan Medan kegiatannya tidak melulu edukasi politik.

"Berdasarkan kebutuhan masyarakat. Saat ini kami tidak hanya bergerak di edukasi politik saja. Namun sudah masuk kedalam tiga elemen lain yakni lingkungan, sosial, dan pendidikan," kata Azhar Can Aritonang.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment