Kepergok Congkel Rumah, Arifin Diceburkan ke Parit


www.medanmednai.com, Medan - Dianggap meresahkan dan seringnya pelaku pencuri beraksi di Jalan Pasar 7 Tengah, Tembung, depan Jalan Satria, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara membuat warga di sana geram mendapati, Arifin (18) hendak mencongkel rumah yang ditinggal mudik pemiliknya.

Alhasil, pemuda bertato yang mengaku tinggal di Jalan Pinguin 8, Prumnas Mandala ini, langsung jadi sasaran kemarahan warga. Warga yang emosi, bahkan menceburkan Arifin ke dalam parit, sebelum polisi memboyongnya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, aksi pencurian yang hendak dilakukan Arifin, dilakukan bersama rekannya, Reza (19) yang berhasil meloloskan diri dari kejaran warga. Sebelum beraksi, Arifin dan rekannya, diduga memang sengaja melakukan pengintaian di rumah warga untuk dijadikan sasaran pencurian.

Setelah mendapatkan rumah warga yang akan dicuri, kedua bandit dari Prumnas Mandala ini, langsung menyiapkan peralatan seperti linggis, obeng dan lainnya dari sepeda motor yang mereka bawa. Nahas, sebelum berhasil membuka pintu rumah yang ditinggal pemiliknya mudik itu, gelagat keduanya dipergoki warga sekitar.

Belum lagi ditanya, kedua pelaku memilih kabur. Sehingga warga mengejar dan meneriakinya 'maling'. Saat terjadi aksi keja-kejaran, Arifin malah ke arah berbeda. Pria bertato ini tak tahu jika arahnya lari sudah dikepung warga. Tak jauh dari lokasi, Arifin langsung ditangkap dan dihakimi warga. Belum puas, warga kemudian menyeret Arifin yang tergeletak di aspal jalan menuju ke comberan parit.

Rencana, warga mau melempari Arifin dengan batu. Sebab, sebelum ditangkap, Arifin mengeluarkan pisau untuk menakuti warga. Namun karena jumlah warga yang semakin ramai, membuat nyali Arifin ciut dan pasrah dihakimi warga.

"Tadi sempat diikat diparit comberan bang, soalnya warga di sini sudah geram kali kalau ada maling. Sering kali di kawasan kami ini kemalingan. Tadi malam pun sepeda motor teman saya hilang di sini juga," kata Ema, warga sekitar.

Bahkan, kata Ema lagi, polisi Polsek Percut Sei Tuan, terkesan malas, karena kurangnya patroli di kawasan Pasar 7 Tengah Tembung, di mana jalan tersebut adalah jalan yang menuju ke kawasan Jalan Jermal dan kawasan.

"Ah, enggak pernah pun saya lihat polisi patroli di sini. Selama ini saya kan jualan sampai malam hari, jadi saya tahu enggak pernah ada polisi patroli atau melintas. Seharusnya mereka tahu, kalau bandit-bandit itu, kebanyakan dari Prumnas Mandala. Jadi kita hanya berharap supaya polisi bisa meningkatkan lagi pengamanan agar masyarakat jadi nyaman," harap Ema, yang membuka usah di kawasan tersebut.

Sementara, dari keterangan di kepolisian diperoleh, petugas Polsek Percut Sei Tuan mengaku, tidak adanya warga yang mengaku jadi korban. Sehingga, polisi memilih untuk membebaskan bandit bertato asal Prumnas Mandala ini.

"Enggak ada korbanya, jadi mau kita pulangkan tersangkanya. Tadi kita sudah hubungi abangnya. Soalnya kedua orangtunya katanya sudah meninggl, jadi tersangkanya anak yatim-piatu," sebut salah seorang petugas Polsek Percut Sei Tuan, kepada wartawan.

sumber foto dan konten : http://news.okezone.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment