Ini Rahasia Puluhan Tahun Kelezatan Toge Panyabungan Wak Dolah



www.medanmendai.com, Medan - Toge panyabungan Wak Dolah sudah ada sejak 20 tahun silam di Kota Medan. Rasa gula aren yang kental dan santan yang disaji dengan kadar yang pas membuat toge panyabungan Wak Dolah selalu diminati warga Medan sebagai menu bersantap saat berbuka puasa.
"Sudah 20 tahun lebihlah kami jualan toge. Sejak neneknya nenek yang jualan sampai saya yang jualan di sini sekarang," kata Ati, penjual toge panyabungan, yang berada tepat di depan pintu masuk Mesjid Perjuangan 45, Jalan HM Yamin, Medan, Senin (6/6/2016).

Berasal dari Mandailing Natal (Madina), kini minuman ini menjadi pilihan berbuka bagi banyak semua suku di Medan.

"Kebanyakan memang orang Mandailing yang tahu toge, tapi sekarang sudah membaur jadi makanan khas orang Medan. Sekarang semua orang beli toge panyabungan," katanya.

Dari banyaknya pedagang makanan dan berbuka puasa di sini, sebagian menjual toge panyabungan. Biasanya, mereka berjualan sejak pukul 14.00 WIB hingga waktu berbuka. Banyaknya penjual toge di kawasan Mesjid Perjuangan 45 membuat para pedagang Toge Panyabungan harus bersaing menawarkan kualitas dagang yang terbaik, bagi pembeli dan pelanggan. Namun toge panyabungan Wak Dolah punya ciri khas pada pengikat pembungkus toge.

"Toge panyabungan itu yang penting gula aren dan santannya asli. Candilnya jangan kebanyakan, pulut lupisnya juga berkualitas. Namanya juga banyak yang jual, jadi kualitas harus diutamakan. Nanti orang kan tahu mana yang enak. Ciri khas toge Wak Dolah itu pengikat bungkusnya dari tali serulit atau tali yang terbuat dari daun pisang," katanya.

Jika dilihat sepintas, minuman ini mirip es campur atau es cendol. Yang membedakannya, ragam kandungan di dalamnya. Tak hanya santan, gula merah dan cendol, namun ada pulut hitam, tapai pulu, candil, dan lupis yang menambah nikmat. Mendengar namanya, banyak yang menyangka toge panyabungan sejenis sayuran. Padahal ini adalah minuman segar berupa racikan bahan lupis, candil, pulut hitam, tapai, cendol, yang disiram santan dan gula aren.

Dalam penyajiannya, toge bisa ditambahkan es bagi penyuka minuman dingin. Namun tanpa es pun, toge panyabungan juga tak kalah nikmat dijadikan menu santap berbuka.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment