Dua Pemasok Daging Celeng Dalam Pengawasan Dinas Peternakan Sumut


www.medanmendai.com, Medan - Kepala Dinas Peternakan Sumatera Utara, Parmohonan Lubis mengatakan, sejauh ini di Kota Medan belum ada ditemukan peredaran daging celeng atau babi hutan di sejumlah pasar tradisional yang kerap menjual daging sapi. Namun, kata dia, ada dua pemasok daging celeng yang kini diawasi oleh Dinas Peternakan Sumatera Utara.

"Kalau daging celeng (babi hutan), memang ada dua pemasok dari luar yang terdata di dinas. Mereka itu kami awasi terus," kata Parmohonan pada tribun-medan.com, Jumat (17/6/2016) via selular.
Ia mengatakan, kedua pemasok daging celeng itu khusus mengirimkan daging ke rumah-rumah makan non muslim. Jadi, kata dia, kedua pemasok itu tidak mengirimkan daging ke pasar-pasar tradisional.

"Keduanya mengirimkan daging ke rumah makan yang memang menjual makanan berbahan baku babi. Jadi, penjualannya kami awasi," kata Parmohonan.

Dalam kasus dugaan peredaran daging celeng di Medan, ia sendiri mengaku Dinas Peternakan Sumatera Utara telah melakukan pengawasan di beberapa pasar tradisional yang ada di Medan. Hasilnya, belum ditemukan adanya indikasi penjual daging yang mencampur daging sapi dengan daging celeng.

"Kami kan punya alatnya. Jadi, kami bisa mendeteksi mana daging celeng dan mana daging sapi," ungkap Parmohonan.

Begitupun, kata dia, pengawasan terhadap penjual daging tetap diawasi. Tiap koordinator penjual daging di pasar-pasar tradisional diminta memberikan laporan sekaitan dengan progres penjualan daging sapi.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment