Mapala Sumut Minta Amos Karokaro Dicopot dari Camat Sibolangit



www.medanmendai.com, MEDAN - Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Sumut menuntut agar Camat Sibolangit Amos Karo-karo dicopot karena diduga terlibat dalam perusakan hutan dan pemberian izin pungutan liar di kawasan hutan konservasi Air Terjun Dua Warna.

Mapala se-Sumut juga meminta pimpinan sejumlah instansi lainnya, yakni Kapolsek Pancur Batu, Kepala UPT Tahura dan Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sumut serta Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang dicopot karena diduga lalai dan gagal dalam menjaga keutuhan hutan di wilayah mereka.

"Kami minta aliran uang hasil pungutan liar itu diusut tuntas, pemerintah jangan hanya sebatas memberikan bela sungkawa kepada korban banjir bandang Sibolangit. Kami menuntut semua pihak yang terlibat dicopot tanpa pilih kasih," ujar Koordinator Aksi Irfan Munthe saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (26/5/2016).

Tidak hanya pencopotan sejumlah pimpinan instansi di atas, namun Mapala se Sumut juga menuntut pelaku pungutan liar di kawasan Air Terjun Dua Warna yakni Imanuel Sinuraya alias Nuel dan Herman Naibaho ditangkap. Selain kerap melakukan intimidasi, kedua oknum tersebut juga dinilai merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas kematian puluhan korban banjir bandang yang terjadi belum lam ini.

"Mereka sering mengancam dengan parang kalau ada yang menolak membayar. Padahal selama ini tidak ada yang tahu kemana lari uang hasil pungutan itu, sedangkan sampah semakin banyak," ujar seorang pengunjuk rasa lainnya, Fauzul Azmi.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumut bidang Aset dan Pertanahan Robertson Simatupang yang datang menemui pengunjuk rasa tidak dapat memberikan tanggapan secara tegas atas tuntutan yang disampaikan.

"Kita tidak tahu kapan akan kita sampaikan tuntutan ini untuk ditanggapi, sabar saja lah ya," ujarnya sebelum teburu-buru meninggalkan pengunjuk rasa.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About rino pratama

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment