Ini Hasil Visum Ketua IPK Ranting Gaharu yang Tewas Dikeroyok



www.medanmendai.com, MEDAN - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Randi Tambunan sempat menjelaskan penyebab kematian Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Ranting Gaharu, Monang Hutabarat saat dibantai anggota Pemuda Pancasila (PP) di Jl Asia pada Januari 2016 lalu. Dalam amar dakwaannya, Randi menyebut Monang meninggal dunia setelah kepalanya dihantam balok kayu, dan tengkorak kepalanya pecah.

"Setelah terjatuh dilempar batu, korban kemudian dipukuli dengan menggunakan balok kayu. Saat itu, para terdakwa ada yang memukul dada korban dengan menggunakan martil. Akibat kejadian itu, tengkorak kepala bagian belakang korban pecah," kata Randi di persidangan, Kamis (26/5/2016) sore.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan polisi, luka di sekujur tubuh korban cukup parah. Bahkan, banyak terdapat luka robek bekas tikaman di badan.

"Adapun hasil visum menunjukkan luka robek di kepala, wajah, luka tusuk di atas tungkai kiri. Kemudian, korban mengalami patah tulang, otak mengalami pendarahan, dan tengkorak kepalanya remuk berkeping-keping," kata jaksa.

Mendengar dakwaan jaksa, keempat terdakwa masing-masing Ferdinan Hariyanto Butar-butar alias Anton (38), Dedek Saurudin Hutagalung (21), Edi Suryanto (27) dan Satia Gunawan Nasution (29) hanya teriam. Mereka terus menundukkan kepalanya selama sidang.

"Para terdakwa diancam dan dijerat pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHPidana, karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia," ungkap jaksa.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About rino pratama

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment