Gabungan Mapala Minta Nuel dan Herman Naibaho Ditangkap



www.medanmendai.com, MEDAN - Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Sumut meminta Pemprov Sumut dan Kepolisian Daerah Sumut mengusut tuntas pungutan liar di kawasan Air Terjun Dua Warna.

Tuntutan itu disampaikan para pengunjuk rasa saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (26/5/2016).

"Tangkap pelaku pungutan liar yang mengatasnamakan masyarakat sadar wisata di Air Terjun Dua Warna Sibolangit," ujar Koordinator Aksi Irfan Munthe.

Menurut Irfan, praktik pungutan liar di kawasan hutan konservasi Air Terjun Dua Warna yang telah memakan puluhan korban belum lama ini tak terlepas dari dua oknum yang bernama Nuel dan Herman Naibaho. Tidak hanya dua nama yang dikenal kerap melakukan intimidasi terhadap wisatawan yang menolak memberikan retribusi tersebut, namun pengunjuk rasa juga menduga terdapat permainan licik sejumlah oknum berwenang di sekitar kawasan tersebut.

"Kami menduga Nuel dan Herman diback-up oleh Camat Sibolangit, Dinas Kehutanan Deliserdang dan Kepolisian setempat sehingga selama ini tetap dibiarkan mengambil retribusi sebesar Rp 25 ribu. Padahal kita tidak pernah tahu ke mana lari uang itu, sedangkan sampah semakin bertambah di jalur masuk Air Terjun Dua Warna," ujar Irfan.

"Nuel dan Herman harus ditangkap, kita akan lihat mana yang lebih berkuasa antara penegak hukum atau preman. Tangkap mereka," teriak massa menyambut orasi Koordinator Aksi.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About rino pratama

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment