Doni Latuperisa, Konservasi Mangrove Sebagai Gaya Hidup



www.medanmendai.com - Doni Latuparisa, mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara, adalah satu di antara berjuta pemuda Indonesia yang peduli akan lingkungan hidup. Di tengah hancurnya lingkungan yang disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan hutan bakau dan pembakaran hutan bakau, Doni sebagai generasi penerus bangsa mencoba membangun semangat para anak muda lainnya agar ikut peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terkait masalah hutan bakau atau yang biasa dikenal dengan hutan mangrove.

Kepiluan Doni akan kondisi kawasan hijau Indonesia khususnya Sumut menggerakkan dirinya mendirikan sebuah komunitas peduli hutan mangrove di Kota Medan. Komunitas tersebut bernama KeMANGTEER yang merupakan singkatan dari Kesemat Mangrove Volunteer.
"Sebelumnya, KeMANGTEER sendiri telah terbentuk di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Tangerang, Serang, dan Langsa," kata Doni yang juga kader dari Himpunan Mahasiswa Islam

Pemuda bermata sipit berzodiak Gemini kelahiran Stabat 7 Juni 1993 ini bercerita panjang lebar soal latar belakang dan tujuan KeMANGTEER yang disebutnya adalah sebuah komunitas sukarelawan mangrove yang memiliki visi dan misi untuk mengampanyekan mangrove ke seluruh lapisan masyarakat, sebagai sebuah gaya hidup, baik di dalam maupun di luar negeri.

"KeMANGTEER dapat menjadi wadah terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap mangrove dan tempat menyalurkan jiwa-jiwa peduli mangrove dari masyarakat Indonesia, yang mungkin belum tersalurkan di daerahnya masing-masing," jelas Doni.

Doni bercerita, tidak banyak yang tahu bahwa hutan bakau (hutan Mangrove) memiliki banyak manfaat khususnya bagi penduduk pesisir, seperti mencegah erosi dan abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami, dan sebagai tempat hidup maupun sumber makanan bagi beberapa jenis satwa. Hutan mangrove di Indonesia kini tidak luput dari permasalahan lingkungan. Akibat pengelolaan yang buruk, ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai terancam punah. Karena itulah, Doni bersama dengan keenam temannya akhirnya membentuk komunitas KeMANGTEER tersebut pada tanggal 14 April 2014 dan diresmikan secara sah pada tanggal 25 Mei 2014.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment