Belajar Sejarah Indonesia dari Selembar Uang Kuno



www.medanmendai.com - Numismatik atau kolektor uang kuno asal Kota Medan, Riky Daniel Karokaro, menceritakan sisi menarik dalam mengoleksi uang kuno.

Riky yang mengelola Metropolis Collection mengatakan, setiap uang yang terbit, dicetak dan diedarkan di Indonesia, mulai sejak zaman Belanda hingga sekarang dari tiap seri (gambar), punya arti dan sejarahnya masing-masing. Kata Riky, uang di antaranya dicetak dan diedar sesuai kondisi zamannya.

"Menariknya, dari uang kuno itu kita bisa tahu banyak cerita sejarah Indonesia dari setiap gambar, warna, simbol, seri, dan tanda tangan pada uang itu," kata Riky didampingi istri, Jumat (13/5/2016).
Dari beberapa uang Indonesia, ada beragam jenis mata uang sebelum akhirnya dicetak secara tunggal oleh Bank Indonesia. Sebelum ada bank sentral di Indonesia, uang dicetak oleh setiap pemerintah daerah.

"Jadi beberapa daerah pada zaman dahulu (penjajahan Belanda) punya mata uang masing-masing, dan mata uang daerah paling banyak ada di Sumatera," sebut Riky.

Di antara mata uang daerah yang dikoleksi oleh Metropolis Collection seperti mata uang daerah Tanah Alas, Karo, Asahan, Langkat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Bukit Tinggi, dan beberapa daerah lain yang lupa diingat Riky.

"Ada banyak mata uang daerah, dan dari situ kita bisa tahu cerita sejarah tiap-tiap daerah dari uang yang beredar saat zaman itu. Misal, ada uang pemberontakan yang diterbitkan Kapten Simbolon di Sumatera Selatan karena tidak sepakat dengan pemerintahan Soekarno yang sepakat dengan adanya PKI pada saat agresi ke II pasca kemerdekaan," kata Riky.

Metropolis Collection juga bergabung dengan komunitas numismatik lainnya yang ada di Medan. Sejak didirikan dua tahun lalu, komunitas ini terdiri dari 15 orang aktif.

"Sekarang komunitas numismatik Medan biasa kumpul di Lapangan Merdeka pukul 16.00 tiap Minggu sore. Anggota aktif 15 orang. Numismatic Medan tergabung dengan nama Soentic (Soematera Numismatic) yang berdiri sejak 2014," pungkas Riky.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment