Banyak Masyarakat Tidak Setuju Telegram Kapolri Menyangkut SIM



www.medanmendai.com, Medan - Sejumlah masyarakat Kota Medan mengaku tidak setuju apabila harus membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru jika terlambat sehari saja mengurus SIM. Hal itu disampaikan masyarakat menyusul keluarnya telegram Kapolri, Nomor ST/985/IV/2016.

"Kalau sehari saja terlambat memperpanjang SIM, terus kita disuruh buat baru, saya rasa itu memberatkan sekali. Apalagi, prosedur pengurusan SIM baru inikan agak rumit," kata Andriadi Koto (28), yang membuka usaha warung makanan di Jl Klambir V, Sabtu (14/5/2016) sore.

Menurut Andriadi, harusnya Kapolri memberikan keringanan terhadap masyarakat. Apalagi, tidak semua masyarakat bisa memiliki waktu banyak untuk melakukan pengurusan perpanjangan SIM.
"Kalau kita di luar kota, terus kebetulan masa SIM kita habis, nah itu bagaimana. Kan sulit juga. Maunya sih diberi keringanan waktu lah," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dayat (27). Warga Jl Karya Sei Agul ini mengatakan, pengurusan perpanjangan SIM juga membutuhkan waktu yang lama.

"Kita inikan kadang bekerja penuh waktu. Untuk mengurus perpanjangan SIM, kita harus datang ke kantor Sat Lantas di hari biasa. Sementara di hari biasa, banyak dari kita kerja," ungkap Dayat.

Ia menjelaskan, semestinya pengurusan perpanjangan SIM bisa lebih diringankan. Dengan begitu, masyarakat tidak mesti membuat SIM baru.

Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan telegram terkait peraturan perpanjangan SIM. Jika telat sehari saja, masyarakat diminta membuat SIM baru.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment