Umat Hindu Protes Penggusuran Kuil Jaya Singgamma Kali



MEDANMENDAI.com, Medan - Puluhan umat Hindu yang bermukim di Jalan Juanda/ Jalan Kebun Sayur, Lingkungan 5, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun melakukan aksi damai guna protes penggusuran rumah ibadah berupa Kuil. Hal ini dikarenakan penolak penggusuran Kuil Jaya Singgamma Kali yang dilakukan pihak developer (pengembang), di Jalan Juanda, Jumat (1/4).
Menurut mereka, pihak developer atau pihak manapun tak berhak melakukan penggusuran rumah ibadah mereka. Pasalnya, tanah dan Kuil Jaya Singgamma Kali itu sudah dibangun sejak tahun 1960/56 tahun sudah terdaftar di Kementrian Agama RI No: H.II /5/21/ H. 1984 Tanggal 37 April 1984.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut Naransawi menegaskan, pihak developer (pengembang) tidak punya hak merubuhkan kuil tersebut.

"Dari mana jalannya mereka (developer) mau merubuhkan kuil ini. Kita punya bukti yang sah atas surat tanah ini. Dan tanah ini tidak pernah dijual belikan oleh siapapun. Kita tidak tahu mereka punya surat tanah ini. Tapi yang jelas, dari dulu sampai sekarang, tanah ini tidak pernah diperjualbelikan," tegasnya.

Semantara, Ketua PHDI Medan S. Siwaji Raja menambahkan, bahwa kasus ini sudah dilapokan ke Polresta Medan.

"Kita sudah melaporkan kasus dengan dengan pihak yang berwajib. Kita berani pasang plank ini karena kita sudah koordinasi dengan Kapolresta Medan. Kita punya bukti yang lengkap dan sah atas kepemilikan tanah ini dam kuil ini," tambahnya.

Untuk itu pihaknya berharap, agar pihak ke polisian segera menyelesaikan kasus tersebut.
"Kita akan mengarahkan massa yang lebih banyak lagi, kalau memang pihak pengusaha melakukan penggusuran. Masalahnya, sampai saat ini kita belum tahu dari PT mana yang mau melakukan penggusuran ini. Saya berharap, pihak ke polisian dapat segera menyelesaikan permasalahan ini," pungkas S. Siwaji Raja.

Pantauwan di lapangan, mulai dari anak-anak hingga orangtua terus berorasi memprotes pembongkaran kuil tersebut. Mereka menolak tegas atas pembongkaran rumah ibadah mereka.
"Saya lahir di sini, jadi saya tahu asal usul tanah ini. Dulunya tanah ini telah dihibahkan sama warga disini. Jadi, atas persetujuan ahli waris ini, warga di sini membangun kuil Jaya Singgamma Kali. Dan surat tanah ini ada sama kami. Makanya kami heran kok bisa pihak developer katanya ada sama mereka. Kami tidak akan pernah setuju kalau rumah ibadah ini di rubuhkan. Mau kemana kami sembahyang," ujar Mala (50) warga sekitar saat menggelar aksi di depan kuil Jaya Manggamma Kali.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment