Stop Bullying Terhadap Sonya Depari



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Kasus pencatutan nama Irjen Pol Arman Depari, menoreh perhatian banyak dari kalangan netizen di sosial media.

Sebelumnya, Sonya Depari, seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Methodist 1 Medan mengaku sebagai anak Arman Depari ketika di razia oleh polisi saat merayakan hari terakhir Ujian Nasional Rabu (6/4/2016) lalu.

Irna Minauli, salah seorang psikolog Medan mengatakan, terhadap kasus bullying Sonya Depari sebaiknya dihentikan.

Alasan dihentikan karena melihat kondisi psikologi Sonya yang akan semakin drop karena terus-menerus dibully.

" Ya tentu saja setiap bentuk bully harus dihentikan, termasuk cyber bullying juga harus dihentikan. Karena pada banyak kasus yang terjadi di Amerika, remaja yang menjadi korban cyber bullying banyak yang melakukan bunuh diri karena mereka tidak tahan dengan informasi yang begitu cepat menyebar di internet," katanya saat diwawancarai tribun melalui via Whats Apps, Kamis (7/4/2016) malam.

Psikolog dari Minauli Consulting ini menjelaskan, korban bullying biasanya adalah seseorang yang memiliki karakter "ter", terbodoh atau terpintar, terjadi atau tercantik, termiskin atau terkaya. Lalu, melihat penampilan awal dari korban, nampak bahwa ia memiliki potensi untuk dijadikan korban bullying karena tidak semua orang memiliki kecantikan dan kemewahan seperti yang dimilikinya.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment