SMA N 8 Janji Akan Hentikan Pungutan kepada Siswa



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Selain mengembalikan kutipan uang Bimbingan belajar, Kepala SMAN 8 Medan, Sudirman, berjanji akan menghentikan semua pungutan yang tidak dibenarkan peraturan, mulai dari uang seragam batik, baju olahraga, uang renang, bahkan uang LKS.

“Uang renang, kami bebaskan. Sebelumnya itu guru olahraga yang mengutip Rp6.000 per siswa. Ironisnya, siswa yang enggak datang pun harus membayar karena takut nilainya jelek,” kata Sudirman di SMAN 8 Medan, Kamis(7/4/2016)

Begitu pun dengan seragam batik dan olahraga, pihak sekolah tidak akan membebani siswa dan orangtua siswa dengan membelinya dari sekolah.

“Uang LKS ke depan tidak akan ada lagi, kecuali dibiyai anggaran Negara dengan tidak memungut siswa. Kalau tidak ada biar guru yang membuat tugas atau siswa juga bisa memakai buku kakaknya, jadi gak perlu bayar,”ujar Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga akan mengurangi biaya Komite Sekolah bila memang peruntukannya tidak sesuai. Sudirman mengaku siap dikritik dan memperbaiki kesalahan jika memang melanggar aturan.
Pihaknya juga berterimakasih kepada Ombudsman yang telah memperingatkan untuk tidak melakukan kutipan apapun kepada siswa karena itu melanggar peraturan perundang-undangan.
Sudirman mengatakan, awalnya pihak sekolah hanya berniat ingin meringankan beban orantua siswa dengan menyediakan Bimbel di sekolah bekerja sama dengan Bimbel GO dengan biaya Rp.900 ribu per siswa, yang pembayarannya dicicil selama empat kali dalam satu tahun. 

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment