Sat Reskrim Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM di Medan



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Seperti halnya yang dilakukan oleh lima orang tersangka pembuat SIM palsu.

Mereka adalah Budi Pranoto, Mustafa Fadli, Sugiarti alias Ugi, Nur Aminullah alias Amin, serta Mardanis alias Danis. Kelimanya saat ini diamankan di Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan.
Dari informasi yang diperoleh www.tribun-medan.com, Jumat (22/4/2016) siang, terbongkarnya sindikat pemalsu SIM ini bermula dari laporan korbannya Fransiska Laura Monika (25) warga Medan. Awalnya, korban membuat SIM A dengan mengikuti kursus mengemudi LLK Sri Krisna milik Budi Pranoto dengan membayar uang Rp1,3 juta.

Setelah uang Rp1,3 juta diberikan, korban pun memberikan dokumen-dokumen kelengkapan lainnya kepada tersangka Budi. Setelah beberapa hari, SIM A yang dipesan korban selesai.

Namun, ketika melihat bentuk fisik SIM A miliknya, korban merasa janggal. Apalagi, ia tidak pernah diambil foto dan didata di Satuan Lalulintas Polresta Medan.

Berbekal laporan dari korban, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Komisaris Aldi Subartono kemudian memerintahkan anggotanya untuk mencari tahu kebenaran SIM palsu tersebut. Saat dilidik, diketahuilah bahwa pembuatan SIM palsu ini melibatkan PNS di Satuan Lalulintas Polresta Medan.

Kapolresta Medan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto membenarkan pihaknya telah membongkar jaringan pemalsu SIM. Kata Mardiaz, kasus ini akan di-realese.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment