Pemko Medan Dianggap Ingkari Kesepakatan dengan Komnas HAM RI



MEDANMENDAI.com, MEDAN-Anggota Persatuan Buku Bekas Lapangan Merdeka Medan (P2BLM) kecewa terhadap Pemko Medan. Pasalnya hingga saat ini pembangunan kios untuk pedagang sebanyak 64 unit belum terealisasi.

"Padahal berdasarkan perjanjian sebelumnya, pemko Medan akan membangun kios sebagai hasil mediasi yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia pada 22 Januari 2015," kata

Ketua P2BLM, kepada media, Nelson Marpaung didampingi. Kekecewaan dan kekesalan ini disampaikan di kawasan Titi Gantung Medan, Jumat, 14/04/2016, lalu. Disebut Nelson, P2BLM sebenarnya sangat mengapresiasi hasil mediasi yang dilakukan Komnas HAM dimana 64 unit kios tersebut, peruntukannya 40 unit untuk pedagang kios tempel dan 24 untuk pedagang agen.

“Karena lamanya pembangunan kios yang dilakukan pihak Pemko Medan, membuat para pedagang buku bekas akhirnya frustasi dan terpaksa berjualan di sekitar areal Titi Gantung, buat memenuhi kebutuhan hidup. Itupun sudah berulang kali diusir Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja-red), sehingga banyak buku-buku pedagang yang hilang dikarenakan tidak adanya tempat penyimpanan”, terang Nelson.

Dia mengenang bahwa sejarah pedagang buku bekas dahulunya di Kota Medan, berada di Titi Gantung. Sesuai perkembangan jaman, akhirnya pada tahun 2003, seluruh pedagang buku bekas direlokasi ke Lapangan Merdeka untuk penataan yang lebih baik. Relokasi tersebut didukung dengan aspek legalitas peruntukan kios yang ditandatangani Walikota Medan, Dzulmi Eldin, dan Ketua DPRD Medan untuk seluruh pedagang buku bekas.

“Namun di tahun 2013, hampir seluruh pedagang bersedia di relokasi ke Jalan Pegadaian tanpa ada kekuatan hukum apapun bagi pedagang, termasuk aspek legalitas penempatan kios di Jalan Pegadaian. Sebagian kecil pedagang yang tergabung dalam P2BLM, menolak di relokasi dan berhasil memperjuangkan revitalisasi di Lapangan Merdeka, yang artinya, revitalisasi Lapangan Merdeka untuk para pedagang buku bekas adalah hasil perjuangan P2BLM”, ungkap Nelson yang turut didampingi, Isdawati, Sekretaris P2BLM, Lipen Simajuntak, Presiden Rakyat Miskin Perkotaan, dan Johan Merdeka, aktivis Komite Revolusi Rakyat Sumatera Utara.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment