Pelayanan RSUD Pirngadi Medan Dinilai Terlalu Kaku



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Kasus penelantaran Riska Amanda, balita berusia 1 tahun 3 bulan asal Kabupaten Batubara yang menderita tumor ganas di bagian pantatnya oleh RSUD Pirngadi Medan, mendapat perhatian dari kalangan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU).

Menurut Destanul Aulia, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, pelayanan di RSUD Pirngadi terlalu kaku. Dikatakannya, pihak rumah sakit seharusnya bersikap fleksibel dalam melayani pasien. Dalam hal ini, fakta bahwa pasien datang dari Batubara dan merupakan warga tidak mampu, seharusnya menjadi pertimbangan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

"Sebenarnya itu sudah termasuk kondisi yang urgen. Seharusnya rumah sakit menangani dengan cepat untuk diagnosis awal. Kalau cepat bisa langsung ditentukan tindakan selanjutnya," ujar Destanul kepada tribun-medan.com, Selasa (12/4/2016).

Dalam hal perujukan pasien, kata Destanul, pihak rumah sakit yang merujuk dan yang menjadi rujukan seharusnya membangun komunikasi dengan baik. Pihak rumah sakit yang merujuk dapat menyampaikan rekomendasi medis yang perlu dilakukan terhadap pasien sehingga dapat mempercepat proses pelayanan.

Lebih lanjut, kata dia, rumah sakit yang menjadi rujukan juga dapat meningkatkan tindakan medis terhadap pasien.

"Jadi walaupun rumah sakit yang di Batubara sana menulis rujukannya rawat jalan, Pirngadi bisa saja merawat inap. Jadi tidak mesti sesuai rujukan. Itu terlalu kaku. Saya yakin, kalau kayak gini model pelayanan Pirngadi, 5 sampai 10 tahun lagi rumah sakit ini akan ditinggalkan. Apalagi tren rumah sakit swasta meningkat. Apalagi masyarakat sekarang cenderung lebih percaya sama rumah sakit swasta daripada rumah sakit pemerintah," ujarnya.

Destanul menambahkan, kasus ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum berjalan dengan baik.

"Ini semakin menguatkan bahwa pelayanan kesehatan belum memihak kepada rakyat miskin atau kelompok marginal. Jadi kembali kita pertanyakan, siapa yang diuntungkan di era BPJS ini? Seharusnya BPJS ini terutama diperuntukkan bagi masyarakat marginal," katanya.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment