Pelabuhan Kualatanjung Perlu Dibuat Sistem Online



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Sumut, Khairul Mahali mengatakan, proyek terminal multipurpose dan kawasan industri di Pelabuhan Kualatanjung harus didukung dengan birokrasi yang tidak berbelit agar dapat beroperasi sesuai dengan harapan.

"Yang jelas ini prospek yang bagus. Tinggal bagaimana berkoordinasi instansi terkait untuk kemudahan birokrasinya. Sekarang kita butuh komitmen di daerah soal proses birpokrasi yang harus dipotong," ujar Mahali, saat dihubungi www.tribun-medan.com, Jumat (1/4/2016).
Selain itu, proyek terminal internasional tersebut juga harus didukung dengan pasokan energi yang memadai.

"Ujung-ujungnya ini ke arah daya saing. Apalagi sekarang MEA," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kantor Dagang dan Industri (Kadin) Sumut ini.
Soal dwelling-time, Mahali tak terlalu mempermasalahkan. Menurutnya, dwelling-time yang molor dapat diatasi apabila birokrasi berjalan dengan semestinya.

"Dwelling tim itu hanya masalah yang dibesar-besarkan saja itu. Kalau birokrasinya bisa cepat, gak ada dwelling time itu. Itu kan masalah pengurusan dokumennya. Izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai POM (kalau untuk makanan), Bea Cukai, dan segala macam," katanya.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment