Ombudsman Pikirkan Cara Temukan Kecurangan UN Online



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Ombudsman RI kerap menemukan kertas berisi jawaban Ujian Nasional (UN). Tidak hanya di satu sekolah, tetapi di banyak sekolah. Tidak hanya di satu daerah, tapi di beberapa daerah.

Namun, untuk UN online atau UN berbasis komputer (UNBK), Ombudsman belum pernah menemukan hal yang sama dalam dua tahun pelaksanaannya.

"Untuk mengawasi UN online bocor, kami memang belum sampai ke sana. Kami baru akan tangani kalau ada laporan," ujar anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu kepada tribun-medan.com, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jalan Mojopahit, Rabu (6/4/2016).

Sejauh ini, Ninik yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengantisipasi kebocoran soal UN online. Namun, tidak menutup kemungkinan UN online justru lebih rentan untuk dicurangi. Misalnya, peserta dapat berinteraksi secara online dengan seorang joki di luar, atau soal UN dibobol oleh peretas dan jawaban disebarkan ke komputer para peserta.

"Apalagi yang paling susah kalau laptop peserta rusak, lalu diganti pakai laptop cadangan yang lain. Kita enggak tahu laptop penggantinya itu sudah secure atau belum," katanya.
Untuk itu, kata Ninik, Ombudsman akan memikirkan metode pengintaian kecurangan UN online ke depannya.

"Karena kalau ngomongin online ini, kan, pastinya rawan. Apalagi kalau sudah hacker (peretas) yang bermain," ujar Ninik.

Lebih lanjut dikemukakan Ninik, seluruh kecurangan dan pelanggaran UN yang ditemukan Ombudsman di seluruh wilayah Indonesia, akan dikumpulkan dan diserahkan kepada Kemendikbud. Ombudsman juga akan memberikan sejumlah rekomendasi ke Kemendikbud untuk perbaikan sistem pendidikan ke depan.

"Tentu semua temuan ini harus jadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, untuk memikirkan bagaimana sebaiknya UN ini. Apakah masih harus diadakan atau tidak. Apalagi sekarang yang menentukan kelulusan siswa adalah sekolah. Tentu ini buang-buang duit saja kalau terus diadakan," katanya.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment