Kepling dan Lurah Bantah Pernah Diverifikasi Kesbangpollinmas



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Indra Kasih, Sri Heri Lindayanti dan Lurah Indra Kasih, Ali Sitepu membantah pernah diverifikasi oleh Kesbangpollinmas Sumut terkait keberadaan sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) penerima aliran bansos tahun 2013, yang disebut berdomisili di wilayah mereka.

Keduanya turut dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ingen Malem dan Rehulina Purba sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana hibah dan bansos dengan terdakwa mantan Kepala Kesbangpollinmas Pemprov Sumut Eddy Syofian, di ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Senin (4/4) sore.

Dalam keterangannya, Sri Heri Lindayanti menyebut, Kesbangpolinmas tidak pernah melakukan klarifikasi kepadanya terkait keberadaan salah satu LSM fiktif yang disebut berada di wilayah kerjanya.

"Tidak ada klarifikasi. Setahu saya alamat kantor salah satu LSM yang berdomisili di lingkungan kami itu, hanya sebagai rumah warga dan bukan sekretariat LSM," kata Sri.

Senada diungkapkan Lurah Indra Kasih, Ali Sitepu. Ali menyebut, ada sekitar tujuh organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di wilayahnya. "Kesbang tidak ada melakukan klarifikasi ke kantor saya. Saya kira ada tujuh organisasi masyarakat. Ada keterangan domisilinya, tapi tidak semua," katanya.

Selain kedua saksi itu, enam saksi lain turut dihadirkan JPU dalam sidang dugaan korupsi yang merugikan negara senilai Rp 1 miliar ini. Keenamnya, masing-masing, Mimin Indrayanti selaku Bendahara Biro Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Sumut, Triyono Harto selaku petugas evaluasi APBD kabupaten/kota, Zulkarnain Rangkuti selaku Sekretaris Kesbangpollinmas Sumut, Ahmad Firdaus Hutasuhut selaku Kabid Pembinaan Politik Dalam Negeri Kesbangpollinmas Sumut,Valentina Ginting selaku Kabid Linmas, dan Bendri Limbong selaku Anggota Tim Verifikasi Kesbangpollinmas Sumut.

Triyono Harto selaku petugas evaluasi APBD kabupaten/kota di Biro Keuangan Sumut menyebut, pihaknya bertugas membuat laporan berkas penerima dana hibah yang telah menerima dana hibah dan bansos.

"Laporannya perbulan, kadang juga saya buat perminggu. Saya disuruh liat dan verifikasi berkasnya, catat nama lembaga, hari dan tanggal, dan jumlahnya berapa yang dapat tereralisasi," ujarnya menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Marsudin Nainggolan.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment