Berkelahi di Tempat Kerja, Rizki Ketua PUK FSPMI Kena Sanksi PHK



MEDANMENDAI.com, MEDAN - PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk (Alfamart) Branch Medan memberikan klarifikasi terkait tudingan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut yang menyatakan adanya PHK sepihak terhadap karyawan, Rabu (20/4/2016).

Menurut People and Development Manager Alfamart Medan, Mampe Siahaan, tuntutan mereka salah satunya terkait PHK yang diberikan pada Rizki, Ketua PUK FSPMI yang bekerja di Alfamart.

Mampe bilang Rizki di-PHK akibat berkelahi dengan rekannya di lokasi kerja. Penyebabnya sepele, hanya karena tak senang dengan suara motor rekan kerjanya. Akhirnya mereka saling menantang dan pukul-pukulan di lokasi kerja. Kasus perkelahian ini bahkan sempat diadukan ke polisi setempat oleh rekan kerjanya yang mengaku sebagai korban.

"Jadi dari tuntutan yang mereka sampaikan kepada kita, status Rizki itu yang nomor satu. Mereka anggap dia di-PHK itu sewenang-wenang. Padahal alasannya jelas, Rizki dan seorang rekan kerjanya terlibat perkelahian di lokasi kerja. Dan secara peraturan perusahaan sanksinya jelas. PHK," kata Mampe kepada www.tribun-medan.com di Medan.

Peraturan soal berkelahi di tempat kerja ini, tambahnya, memang mutlak berlaku bagi seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan SAT. Bahkan juga banyak diberlakukan di perusahaan lainnya.
"Saya kira sudah sangat jelas soal sanksi yang diberikan. Jadi tidak benar kalau dikatakan kita sewenang-wenang. Karena peraturannya sudah ada. Dan setiap karyawan wajib mematuhi," bebernya.

Sebelumnya, para buruh menyebut PT. Alfamart telah memberlakukan para pekerjanya secara sewenang-wenang. Pernyataan tersebut disampaikan para pekerja PT. Alfamart yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut.

"Apakah kawan-kawan diperlakukan dengan baik oleh PT. Alfamart? Tidak kawan-kawan. Apakah PT. Alfamart berlaku sewenang-wenang dengan memecat secara sepihak para pekerjanya? Benar kawan-kawan. Kami minta hak-hak normatif karyawan diberikan PT. Alfamart," ujar Ketua DPW FSPMI Sumut Willy Agus Utomo, Rabu (20/4/2016).

Pada aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan buruh tersebut, para buruh menuntut Pemerintah untuk menghapus sistem outsourching dan merevisi Undang-undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). Selain itu, para buruh juga meminta pemerintah untuk menolak reklamasi dan penggusuran, serta mengembalikan tanah petani yang disebut mereka dirampas oleh para pengusaha.(*)

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment