Soal UN Online Tak Dibedakan dengan UN Berbasis Kertas



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria mengatakan, soal yang akan diujikan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau UN online, tidak akan berbeda dengan UN berbasis kertas. Kompetensi yang diukur tetap sama.

"Sama dengan tahun kemarin. Bentuknya pilihan berganda. Jumlah soalnya sama," katanya kepada tribun-medan.com, melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (19/3/2016).
UN online, menurut Ramli, lebih praktis dan dapat mengurangi potensi kecurangan.
"Kalau UN kertas, kan, ada proses pencetakan, pendistribusian, kemudian di situ nanti muncul kebocoran soal yang harus dicegah," ujarnya.

Menurut Ramli, jumlah sekolah di Medan yang menggelar UN online tergolong sedikit dibanding di daerah lain.

"Misalnya, di Banten. Mereka yang kabupaten saja banyak sekolah yang UN online. Di Medan, kota kok sedikit sekali. Harusnya bisa lebih banyak," katanya.

Ramli, yang tahun lalu menjadi saksi kecurangan UN di Medan, mengingatkan agar tidak ada lagi kecurangan tahun ini. Kecurangan, katanya, akan berdampak buruk terhadap siswa. Di samping itu, UN juga tidak lagi menentukan kelulusan siswa.

Dijelaskannya, BSNP akan melaporkan kecurangan yang terjadi di sekolah kepada setiap perguruan tinggi. Kecurangan, kata dia, dapat menyebabkan siswa dari sekolah yang bersangkutan terancam gagal diterima sekalipun nilainya tinggi.

"Ada dua hal yang akan kami sampaikan ke perguruan tinggi. Pertama, nilai yang diperoleh siswa. Kedua, integritas. Persentase kecurangan di sekolah itu akan kami laporkan ke perguruan tinggi yang bersangkutan untuk jadi bahan pertimbangan. Jadi kalau si siswa nilainya tinggi, dan dia jujur, sementara sekolahnya tercatat banyak kecurangan, maka si anak bisa ditolak," jelas Ramli.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment