Sidang Pembunuhan Tokoh Aceh Sepakat



MEDANMENDAI.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Aceh Sepakat dengan tiga terdakwa yakni Rori Rahman (23),Yoga (22) dan Lanang (19) kembali digelar di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/3). Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini menghadirkan tiga saksi dari keluarga korban. Ketiganya adalah Erika dan Melisa yang merupakan putri dari korban Muchtar Yakub dan Nurhayati. Sementara Heru merupakan suami dari Erika.
Dalam kesaksian Erika, dia menyebut pada kejadian Jumat (23/10) lalu, Erika mendapat telpon dari adik kandungnya, Melissa. Melissa menyebutkan pada waktu itu telah mendapati ayahnya telah bersimbah darah.

"Kak cepat pulang, kayaknya rumah dirampok. Papa udah berdarah.Ada genangan darah di lantai," ucapnya menirukan perkataan Melissa seraya mengatakan saat itu cuma ayahnya saja yang masih ditemukan.

Kendati telah menemukan jenazah ayahnya yang sudah tidak bernyawa, Erika dan Melissa masih mencari jenzah ibu dan anaknya.

"Mama dan Dika belum kelihatan. Namun setelah dicari, Melissa membuka salah satu pintu kamar. Sontak Melissa histeris karena menemukan mayat mamanya di kamar pembantu, sementara Dika di dalam kamar mandi," ujarnya.

Sementara keterangan saksi lainnya yang juga anak dari Muchtar Yakub, Melissa mempertanyakan keberadaan Tasya yang merupakan adik para terdakwa. Hingga saat ini Tasya belum memberikan keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Padahal, sebelum korban tewas, ia sering datang ke rumah korban untuk membantu ibunya bekerja sebagai pembantu.

"Selain Bibi (ibu terdakwa), ada lagi anak perempuannya, namanya Tasya yang mengetahui keadaan di dalam rumah. Tasya sering membantu ibunya bekerja. Dua minggu sebelum kejadian, Tasya sempat di suruh mama membantu Bibi cuci piring dan lainnya," ucapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Mahyuti.

Perempuan yang akrab disapa Ica ini menuturkan adanya motif lain dari pembunuhan ini. Pasalnya saat hadir dalam rekonsrtuksi kejadian ia mengendus adanya kejanggalan saat melihat ketiga terdakwa ini menghabisi nyawa ibunya. "Salah satu kejanggalan yang membuat kami bertanya-tanya dari hasil rekonstruksi itu, celana dalam mama saya dibuka kemudian dilipat rapi dan diletakkan persis di bawah kaki Dika. Sementara hasil visum tidak ada kelainan dalam alat kelamin ibu saya," ujarnya.

Usai memberikan keterangan kesaksainnya atas terbunuhnya keluarganya, saat dijumpai Tribun, Melissa telah mengungkap seluruh fakta yang ia ketahui dalam kasus ini. Ia menuturkan masih banyak kejanggalan yang belum terungkap. Kendati telah menyampaikan fakta yang Melissa ketahui, ia belum bisa merasa puas.

"Yang jelas kami menyampaikan apa yang kami lihat, apa yang kami rasa dan apa yang menurut kami yang tidak terjangkau pihak kepolisian. Dan ternyata tidak ditampilkan di sidang ini. Hal ini coba kami sampaikan mana tau bisa memuntaskan kasus ini," katanya mengakhiri. 

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment