PT KIM Di Ambang Kolaps



MEDANMENDAI.COM, MEDAN - PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero dikabarkan tengah di ambang kolaps. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT KIM, Ruli Adi dalam rapat kerja bersama Komisi D DPRD Sumatera Utara, Kamis (24/3/2016).

Menurut Ruli, keadaan PT KIM disebut diambang kolaps karena penyusutan lahan yang terjadi secara berangsur. Ia katakan, rata-rata penjualan lahan yang dilakukan PT KIM hingga tahun 2014 adalah 17 hektare per tahun. Penjualan lahan dilakukan agar PT KIM tetap memperoleh laba.
"Pada saat kami datang kemari sebagai direksi, lahan KIM yang asli milik KIM cuma tinggal 30 hektare. Makanya kalau kami cuma bekerja biasa-biasa saja, mungkin lahan KIM sudah habis. Mungkin bisa jadi tahun ini adalah tahun terakhir KIM beroperasi," ujar Ruli.

Dikemukakan Ruli, PT KIM memiliki enam lokasi, yakni KIM I hingga KIM VI. Namun, hanya KIM I dan KIM II yang lahannya merupakan lahan milik PT KIM.

"KIM III, KIM IV, sampai KIM VI itu lahan kerjasama. Yang asli milik KIM cuma KIM I dan KIM II. Lahan yang menyusut itu KIM I dan KIM II," kata Ruli.

KIM I, awalnya memiliki luas lahan 114 hektare, sedangkan KIM II seluas 451 hektare.
Adapun KIM III yang merupakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bangun Graha Nusantara memiliki luas 100 hektare. Berikutnya, KIM IV dengan PKS Hada Sukses Bintang Cakra seluas 200 hektare; KIM V dengan PKS Inti Land Wahana Cemerlang 40 hektare; dan KIM VI dengan PKS Kawasan Industri Mabar seluas 70 hektare.

Adapun PT KIM berstatus Badan Usaha Milik Negara, dengan kepemilikan saham 10 persen oleh Pemko Medan, 30 persen oleh Pemprov Sumut, dan 60 persen milik pemerintah pusat. Jumlah perusahaan yang bernaung di bawah PT KIM yakni 496 perusahaan dengan jumlah pekerja sekitar 50.000 orang.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment