PKPA Inisiasi Pelatihan SOP untuk Gugus Tugas Diversi Kota Medan



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Pemberian sanksi dan proses hukum yang diberlakukan pada anak sudah pasti berbeda dengan proses hukum yang diberlakukan bagi orang dewasa.

Hal ini dikarena anak dianggap sebagai individu yang belum mampu bertanggung jawab secara penuh atas apa yang telah dilakukannya.

Banyaknya kasus anak yang berhadapan dengan hukum menjadi salah satu alasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak bersama dengan Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan pelatihan penerapan standard operasional procedure (SOP) diversi dan keadilan restoratif bagi anak yang berkonflik dengan hukum.


Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di hotel putera mulia Medan beberapa waktu lalu.
Rosmalinda, SH selaku salah seorang fasilitator pelatihan menjelaskan bahwa kode etik pelaksanaan diversi dan keadilan restorative sangat dibutuhkan untuk memperjuangkan hak-hak anak.

Kode etik yang dimaksud diantaranya menjaga kerahasiaan dan informasi yang diberikan baik oleh pelaku maupun korban, serta menghormati dan menghargai pendapat yang diberikan oleh anak.

“PKPA menginisiasi adanya standard operasional procedure diversi dalam penanganan anak yang berkonflik dengan hukum, tujuan kita agar ada peningkatan pemahaman bagi aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim, advokat, tokah agama, tokoh masyarakat dan juga lembaga-lembaga dan instansi yang terkait.” Jelas Azmiati Zuliah SH selaku panitia dan juga koordinator Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan Anak PKPA (PUSPA-PKPA) dalam rilis yang dikirimkan kepada tribun medan, Rabu (29/3/2016).

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment