Nagih Utang, Pentol Malah Dibacok Abang Ipar | MEDAN MENDAI



MEDANMENDAI.COM - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (Pidhi) Sumut yang bekerja sama dengan Pecinta Kucing Medan (PKM) menggelar bakti sosial penyelamatan kucing-kucing lokal yang telantar atau tidak berpemilik.

Penyuluhan ini juga sebagai sterilisasi kucing liar sehingga dapat lebih sejahtera. Tak hanya itu, kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengatasi populasi kucing liar yang dapat secara cepat berkembangbiak.

Hal ini dikatakan Koordinator Kegiatan, Ari Ramadhan. Ia menjelaskan, melalui penyuluhan ini dapat memperpanjang umur kucing. Selain itu dapat terhindar dari berbagai penyakit yang sering diderita kucing liar.

"Kucing dapat terhindar dari penyakit pyometra pada betina. Dan kucing jantan akan lebih tenang setelah disteril," ujarnya di sela-sela kesibukannya pada kegiatan penyuluhan di Rumah Kucing Jalan Juanda Medan, Minggu (20/3).

Kegiatan yang diadakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (19 dan 20 Maret) mengobati ratusan kucing yang ditemukan di pinggir jalan. Menurut Malik, hal yang perlu diperhatikan setelah operasi yakni memberikan waktu istirahat yang cukup pada kucing jantan.

"Berikan mereka kesempatan untuk istirahat yang cukup supaya luka cepat tertutup. Hindari melompat, berlarian, dan aktivitas ekstrem lainnya," jelasnya.

Setelah pengobatan, katanya, kucing dievakuasi di tempat yang aman. Karena pada hari pertama, kucing belum pulih dan masih lemas. Selanjutnya, menempatkan kucing dalam kandang atau kamar. Jangan membuka akses untuk keluar rumah. Beri selimut yang hangat untuk tidur. Sediakan makanan lunak dan air minum bersih.

Desi Erniwati, panitia penyelenggara kegiatan sterilisasi yang juga pemilik kucing kampung yang disteril menjelaskan, ada 60 ekor kucing yang disterilkan. Kucing yang disteril berasal dari hasil rescue para anggota PKM dari daerah sekitar rumah mereka.

Dijelaskannya, kesejahteraan hewan dapat terwujud dengan berpedoman lima prinsip utama yakni bebas dari rasa lapar, haus dan malnutrisi, kebebasan dari ketidak nyamanan, kebebasaan dari luka, rasa sakit dan penyakit, kebebasan untuk berperilaku normal, dan kebebasan dari rasa takut dan tekanan.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment