Mencari Tempat Ngopi Terbaik di Kota Medan



MEDANMENDAI.COM, MEDAN - Tempat ngopi tak henti-hentinya bertambah di Kota Medan. Persis jamur tumbuh di musim hujan. Tapi dimanakah tempat ngopi terbaik di kota ini?
Belum ada jawaban yang baku untuk pertanyaan ini, namun kita bisa melihat buku Medan Coffee Guide yang baru saja dirilis, sebagai referensi petualangan mencari cita rasa sejati kopi di Kota Medan.

Penulis Medan Coffee Guide, Tonggo Simangunsong, mengatakan, sementara masih banyak cafe yang sekadar menggunakan nama tersebut untuk "keren-kerenan", mulai muncul entitas-entitas bisnis yang menunjukkan Medan sebagai daerah dengan budaya kopi yang semakin kental.

Menurut jurnalis dan blogger ini, beberapa cafe di Medan berani investasi dengan membeli mesin espresso mahal dari Italia seperti di Anonimo Coffee. Ada juga yang tidak menjual minuman kopi, tapi fokus menjual perlengkapan ngopi seperti alat roasting dan seduh manual seperti di Otten Coffee.
"Tapi kebanyakan memang cafe di Medan belum berani hanya menjual kopi. Di beberapa kota besar, termasuk Jakarta,  coffee shop, yang hanya menjual kopi, sudah ada. Jika di suatu daerah sudah banyak coffee shop, maka bisa dikatakan daerah itu sudah punya banyak peminum kopi yang teredukasi. Peminum kopi yang teredukasi mungkin memilih tempat ngopi yang punya espresso yang strong atau yang menyediakan jenis kopi tertentu. Di Medan, kebanyakan orang mencari cafe bukan melihat espresso apa yang dibuat, tapi wifi, menu makanan, atau suasananya," kata Tonggo tersenyum.

Dalam bukunya, Tonggo mengulas belasan cafe dan coffee shop yang patut diperhitungkan di Kota Medan. Ulasan dimulai dari Kedai Kopi Apek yang disebut sebagai kedai kopi paling tua di kota ini, lalu beralih ke Macehat Coffee yang hanya menggunakan kopi mandailing, sampai Sada Coffee yang menyajikan kopi gayo organik dengan kualitas spesial. Mungkin Anda perlu mencoba tempat ngopi ini satu demi satu untuk mengetahui selera kopi Anda.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment