Komunitas Bank Sampah: 10 Tahun Lagi Sungai Deli Jadi Parit



MEDANMENDAI.com, MEDAN - Anggota Paguyuban Bank Sampah Kota Medan, Boy menyebut Sungai Deli sebagai salah satu sumber sampah di Kota Medan. Dari Sungai Deli, masyarakat yang ingin mencari sampah untuk dikelola, dapat menemukan sampah dengan mudah.

"Sungai Deli itu istilahnya sawahnya sampah. Kalau mau cari sampah, ya, ke Sungai Deli aja. Semua sampah ada," ujarnya, dalam diskusi mengenai pengelolaan sampah dalam upaya mengurangi sampah di Kota Medan, di ruang Redaksi Harian Tribun Medan, Jalan Wahid Hasyim, Selasa (29/3/2016).

Dikemukakan Boy, Sungai Deli yang dipenuhi sampah, sejauh ini tidak pernah mendapat perlakuan serius dari pemerintah.

"Sungai Deli itu, mohon dicatat, sarana pencitraan bagi pejabat. Sepuluh tahun lagi itu bukan Sungai Deli lagi, tapi Parit Deli," katanya.

Ketua Paguyuban Bank Sampah Kota Medan, Armawati Chaniago mengatakan, penanganan sampah perlu dilakukan secara serius.

"Harus diciptakan tren ke masyarakat, buang sampahlah dengan disiplin," ujarnya.
Paguyuban Bank Sampah sendiri memiliki 103 tempat penampungan sampah yang tersebar di setiap kecamatan di Medan. Di tempat penampungan itu, masyarakat bisa menjual sampah, dengan syarat sampah yang dijual harus sudah dipilah. Untuk sampah berbahan plastik dihargai dari Rp 500 - 8.500 per kilogram; sampah berbahan kertas dihargai Rp 400 - 2.000 per kilogram; sampah berbahan logam dihargai Rp 700 - 60.000 per kilogram; dan sampah berbahan kaca dihargai Rp 200 - 500 per kilogram.

"Kami akan terus memperbanyak titik-titik itu," kata Arma.

sumber foto dan konten : http://medan.tribunnews.com/
Share on Google Plus

About Syawaluddin Amin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment